Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) mengambil peran dalam menjangkau kalangan anak yang masih belum sekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah demi memperoleh akses pendidikan yang layak, termasuk melalui program Sekolah Rakyat.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menjadi keynote speaker dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) SP2MI 2026 di Gedung Sasonobudoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026).

“Pada kesempatan yang baik ini saya mengundang Bapak-Ibu sekalian demi ikut terlibat dalam pemutakiran data. Jika ada peserta didik yang Bapak-Ibu sekalian temukan masih belum masuk data, nanti dapat dibantu demi dilakukan pemutahkiran lewat saluran-saluran yang telah kami buat,” kata Gus Ipul.

Semasih belumnya, kehadiran Gus Ipul di lokasi acara disambut Ketua Umum SP2MI Amirudin beserta jajaran pengurus dan Plt. Direktur Operasi TMII Dede Noviardi. Kegiatan tersebut diikuti anggota SP2MI dari berbagai daerah di Indonesia, pengelola PKBM, TBM, dan PAUD swadaya dari 12 provinsi, akademisi, serta mitra pihak pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan masyarakat sekitar.

Ketua Umum SP2MI Amirudin menegaskan SP2MI memiliki kesamaan misi bersama Kemensos lantaran selama ini juga aktif mendampingi kelompok masyarakat sekitar yang masih belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.

“SP2MI telah menjadi mitra pihak pemerintah dan harapan kita, kita fokus di bidang keterampilan dan pemberdayaan masyarakat sekitar di PKBM. Nah sekiranya Keaparatur negara kementerianan Sosial berkenan mengundang kita demi menjadi mitra kemitraan demi keterampilan dan pemberdayaan kalangan anak kita,” ujar Amirudin.

Ia menerangkan bahwa anggota SP2MI berasal dari berbagai daerah dan sejumlah bergerak di pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, berakibat memiliki pengalaman langsung menjangkau kalangan anak yang berada di luar sistem pendidikan formal.

Di hadapan para penggerak pendidikan masyarakat sekitar tersebut, Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas kontribusi mendampingi kalangan anak yang masih belum mendapat kesempatan mengenyam pendidikan.

“Berbahagia saya pada hari ini dapat berada di tengah-tengah para pejuang pendidikan Indonesia. Relawan-relawan yang memilih jalan hidup demi menolong, menyisir kalangan anak usia sekolah yang tidak sekolah, masih belum sekolah, putus sekolah,” kata Gus Ipul.

Persoalan anak tidak sekolah masih menjadi tantangan besar yang wajib diberakhirkan secara bersama-sama menurut Gus Ipul. Data memperlihatkan masih terdapat makin dari empat juta anak usia sekolah yang tidak berada di bangku pendidikan.

“Sementara data memperlihatkan, 4 juta makin kalangan anak usia sekolah yang tidak sekolah, masih belum sekolah, putus sekolah, dan potensi putus sekolah. Ini merupakan pekerjaan rumah kita seluruh dan Bapak-Ibu sekalian telah memilih demi dapat menolong mereka-mereka itu,” ujarnya.

Gus Ipul menerangkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyerahkan tiga mandat strategis kepada Keaparatur negara kementerianan Sosial, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, seluruh program tersebut wajib diawali bersama data yang akurat agar intervensi pihak pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak memakai mekanisme pendaftaran bagaikan sekolah pada umumnya. Program tersebut justru mengedepankan pendekatan penjangkauan kepada kalangan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran. Sekolah rakyat itu menjalankan penjangkauan. Kita tidak membuka pendaftaran tapi kita menjalankan penjangkauan kepada mereka-mereka yang berada di Desil 1 dan 2. Keluarga-keluarga yang teramat miskin,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *