Harga Cabai Makin Mahal, Pemerintah Salahkan Cuaca

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membeberkan mahalnya harga cabai lantaran faktor cuaca. Ia menerangkan, bersama kondisi musim panas menciptakan para petani sulit memanen cabai.

Mendag menyebut, pada saat ini harga rata-rata nasional cabai rawit pada saat ini mencapai Rp70.000 per kilogram.

“Ya, jadi, jadi harga rata-rata nasional kan Rp70.000, ya. Harga rata-rata nasional. Kami telah komunikasi, memang lantaran musim panas ini, ya,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Meski harga cabai rawit merasakan kenaikan, Budi menyebut kondisi harga sejumlah komoditas pangan lainnya masih relatif terkendali.

Menurut dia, harga cabai merah besar dan sejumlah jenis cabai lainnya masih berada pada kondisi normal. Bahkan, rata-rata harganya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tapi bila cabai yang lain, cabai merah besar dan segala macam, itu normal, malah rata-rata masih di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi),” ujarnya.

Budi juga menyebut harga sejumlah komoditas pangan lainnya masih berada di bawah HET. Hal tersebut dia sampaikan setelah menjalankan kunjungan ke pasar di Prambanan.

“Kemarin kami juga ke pasar di Prambanan, ya. Komoditas harganya rata-rata bagus seluruh. Ya pada hari semasih belumnya bawang merah, bawang putih, telur, ayam masih di bawah HET,” katanya.

Menurut Budi, kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan merupakan hal yang dapat terjadi akibat perubahan kondisi pasokan dan permintaan.

Pemerintah menginginkan harga tetap berada pada level yang seimbang agar tidak merugikan produsen maupun konsumen.

“Jadi kita harapkan ini masih di bawah, ada fluktuasi, tapi mendekati. Artinya bila mendekati itu ya berarti ada keseimbangan antara suplai dan demand. Ya kita harapkan kan bagaikan itu, berakibat peternak dapat jalan, namun konsumen juga tidak dirugikan,” kata Budi.

Terkait kenaikan harga cabai rawit, Budi menyebutkan pihak pemerintah masih menjalankan komunikasi demi memantau perkembangannya.

“Tapi kita terus komunikasi, ya, terkait bersama cabai rawit. Memang salah satu faktornya merupakan lantaran musim panas,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *