Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Mesin panen bergerak menyusuri hamparan sawah di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Di lahan seluas sekitar 264 hektare itu, makin dari 100 petani yang tergabung dalam Gapoktan Sari Tani menggantungkan penghidupannya. Pada musim tanam kedua 2026, mereka mampu memanen makin dari enam ton padi per hektare.

Bagi Ketua Gapoktan Desa Gentan, Joko Mursito, panen raya tersebut bukan cuma tentang bulir padi yang menguning. Momentum itu juga memberi kesempatan kepada para petani demi menyampaikan langsung kebutuhan mereka kepada pihak pemerintah. Mulai dari ketersediaan air demi musim tanam ketiga, jaringan listrik untuk sumur pertanian, tambahan mesin panen, hingga perbaikan jalan usaha tani.

“Alhamdulillah petani Desa Gentan senang, lantaran aspirasi kami langsung ditangkap Pak Gubernur. Kami merasa diperhatikan dan nyaman,” Joko Mursito pada 24 Juni 2026 lalu.

Ya. Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sektor pertanian terus menjadi fokus untuk pihak pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Asa itu bukan semata demi memenuhi kebutuhan provinsi ini aja, tapi sekaligus sebagai penopang pangan nasional.

Pada 2025 lalu, produksi padi Jateng mencapai 9,39 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat sekitar 493.684 ton dibandingkan tahun semasih belumnya. Produksi tersebut berasal dari luas panen sekitar 1,67 juta hektare. Capaian itu menciptakan Jawa Tengah berkontribusi sekitar 15 persen terhadap produksi pangan nasional.

Artinya, padi yang dipanen petani Jawa Tengah tidak cuma mencukupi kebutuhan daerah. Seuntukannya bergerak melintasi batas wilayah, menjadi beras yang hadir di meja makan masyarakat sekitar di berbagai daerah Indonesia.

Kontribusi tersebut terus dijaga pada 2026. Pemprov Jawa Tengah menetapkan target produksi padi sebesar 10.559.679 ton GKG. Hingga periode Januari–Juli 2026, produksinya diproyeksikan mencapai 6,74 juta ton GKG atau sekitar 63,43 persen dari target tahunan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai capaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari kerja keras petani serta kolaborasi pihak pemerintah daerah dalam menjaga lahan, irigasi, sarana produksi, dan pemanfaatan teknologi pertanian.

“Petani bukan sekadar penanam, namun penjaga masa depan bangsa,” Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah.

Upaya mengejar target dilakukan dari hulu hingga hilir. Pada 2026, Pemprov Jateng menyiapkan bantuan benih dan sarana produksi padi demi lahan seluas 47.200 hektare. Dukungan serupa diberikan demi pengembangan jagung seluas 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah melalui benih biji atau true shallot seed seluas 25 hektare.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah di wilayahnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan, hingga kini sesejumlah 26 kabupaten/kota di wilayahnya telah memenuhi target perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 87 persen.

Menurutnya, pemenuhan target tersebut dinilai penting guna menjaga Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Upaya-upaya itu bukanlah isapan jempol belaka. Manfaat dukungan sarana pertanian antara lain dirasakan petani di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Kelompok Tani Budi Luhur yang beranggotakan 80 petani mengelola lahan sekitar 35 hektare. Semasih belumnya, lahan di wilayah tersebut cuma mampu ditanami padi satu kali dalam setahun. Setelah memperoleh dukungan irigasi perpompaan dan alat mesin pertanian, petani dapat menanam hingga tiga kali, bersama produksi sekitar 7–7,5 ton per hektare.

Anggota Kelompok Tani Budi Luhur, Karyono, membeberkan, bantuan irigasi memberi petani keberanian demi kembali mengolah lahan meski menyikapi ancaman kemarau panjang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *