Soroti Pergantian Menlu ke Diplomat Karir, Pakar Kritik Lemahnya Artikulasi Diplomasi Era Sugiono

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ade Marup, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mencopot Sugiono dan menyerahkan kursi Menteri Luar Negeri kepada Arrmanatha Nasir menjadi bukti tidak berhasilnya kepemimpinan semasih belumnya di panggung diplomasi internasional.

Menurutnya, pergeseran ini memperlihatkan Presiden Prabowo akhirnya sadar akan ketidakmampuan Sugiono dalam mengangkutkan narasi diplomasi Indonesia secara berbobot.

“Saya pikir barangkali Pak Prabowo sampai pada keputusan bahwa memang menlu Sugiono tidak cukup demi mengartikulasikan politik luar negeri Indonesia di forum-forum strategis,” kata Ade kepada MediaMerdeka.com, Sabtu (3/10/2026).

Ketiadaan kompetensi dan rekam jejak diplomasi pada aparatur negara kementerian semasih belumnya dinilai menciptakan gaya diplomasi Indonesia terpuruk.

Masuknya Arrmanatha Nasir yang notabene seorang diplomat karier berpengetahuan luas diharapkan dapat menghentikan arah diplomasi yang selama ini dinilai salah kaprah.

Ade membeberkan bahwa penunjukan Arrmanatha Nasir merupakan sinyal kuat bahwa urusan diplomasi internasional tidak dapat lagi diserahkan kepada pihak yang tidak memiliki kompetensi mendasar.

“Salah satu hal yang kerap menjadi fokus kritik di periode Pak Sugiono merupakan tidak berfungsinya tiga wakil menlu yang pada hari semasih belumnya itu,” ujarnya.

Akibat tidak berfungsinya mesin diplomasi secara optimal, Indonesia kerap menjadi lelucon dan sasaran tembak di kawasan regional.

Posisi bargaining Indonesia di Asia Tenggara disebut melorot tajam akibat respons aparatur negara kementerian yang dinilai tidak tegas dan kebingungan menyikapi krisis.

Selain pembenahan internal, isu-isu strategis kawasan dan global juga mendesak demi dalam waktu dekat ditangani secara artikulatif dan konsisten sesuai prinsip politik bebas aktif.

Ade menekankan pentingnya merevitalisasi posisi Indonesia di Asia Tenggara agar tidak lagi kedodoran saat menyikapi isu-isu sensitif kawasan.

“Positioning kita barangkali di Asia Tenggara juga wajib direvitalisasi ya lantaran kasus-kasus bagaikan pada hari semasih belumnya kayak Indonesia di-bully habis-hadapatn di ASEAN gara-gara kabut asap (karhutla),” ujarnya.

Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ade Marup, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mencopot Sugiono dan menyerahkan kursi Menteri Luar Negeri kepada Arrmanatha Nasir menjadi bukti tidak berhasilnya kepemimpinan semasih belumnya di panggung diplomasi internasional.

Menurutnya, pergeseran ini memperlihatkan Presiden Prabowo akhirnya sadar akan ketidakmampuan Sugiono dalam mengangkutkan narasi diplomasi Indonesia secara berbobot.

“Saya pikir barangkali Pak Prabowo sampai pada keputusan bahwa memang menlu Sugiono tidak cukup demi mengartikulasikan politik luar negeri Indonesia di forum-forum strategis,” kata Ade kepada MediaMerdeka.com, Sabtu (3/10/2026).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *