Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

admin
By
admin
5 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan jalan tol di Indonesia, khususnya pada jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi salah satu penugasan strategis Pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional. Sejak menyambut baik penugasan pembangunan JTTS, Hutama Karya terus memperluas jaringan jalan tol di Pulau Sumatra sekaligus mengonfirmasi ruas-ruas yang telah beroperasi mampu menyerahkan manfaat optimal untuk masyarakat sekitar, pengguna jalan, dan keberlanjutan bisnis korporasi.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto menyampaikan bahwa pengelolaan jalan tol yang dilakukan Hutama Karya memperlihatkan perkembangan yang semakin solid, seiring bertambahnya ruas yang beroperasi, meningkatnya keterhubungan antarwilayah, serta membaiknya kinerja operasional dan keuangan jalan tol.

“JTTS dibangun bukan cuma demi membuka akses dan meningkatkan konektivitas serta menyerahkan nilai tambah untuk masyarakat sekitar di Sumatra, namun juga demi menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan untuk korporasi melalui pengelolaan jalan tol yang produktif. Dari sisi operasional, kami menyaksikan tren yang semakin positif, baik melalui pertumbuhan trafik, peningkatan pendapatan jalan tol, maupun membaiknya profitabilitas bisnis jalan tol,” ujar Adri.

Hingga pada saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.185 km yang terdiri atas 829 km ruas tol operasi dan 356 km ruas tol konstruksi, termasuk jalan tol dukungan konstruksi. Dari sisi operasional, Hutama Karya mengelola 14 ruas tol di Indonesia yang seuntukan besar merupakan untukan dari JTTS sebagai backbone konektivitas utama di Pulau Sumatra, serta 2 (dua) ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Meningkatnya konektivitas jaringan JTTS tercermin dari pertumbuhan volume lalu lintas yang terus memperlihatkan tren positif. Pada periode Lebaran 2026, trafik JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), meningkat 69,5% dibandingkan kondisi normal dan tumbuh 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun semasih belumnya. 

Pertumbuhan trafik tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja bisnis jalan tol Hutama Karya. Pada 2025, pendapatan jalan tol, termasuk kontribusi Hamawas, tumbuh sekitar 26,8% dibandingkan 2024. Jika dibandingkan bersama 2023, pendapatan jalan tol meningkat sekitar 35,7%, bersama kontribusinya terhadap pendapatan konsolidasian naik menjadi 16,83% pada 2025 dari 11,58% pada tahun semasih belumnya

“Selain revenue, Operating Income Jalan Tol juga memperlihatkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, Operating Income Jalan Tol meningkat sekitar 9,8% dibandingkan 2024, sekaligus memperlihatkan penguatan dibandingkan 2023. Dengan capaian tersebut, kontribusi Operating Income Jalan Tol terhadap Operating Income konsolidasian mencapai 39,65% pada 2025,” imbuh Adri.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan juga menyampaikan bahwa selain mendukung kinerja korporasi, manfaat JTTS juga semakin dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Kehadiran jalan tol telah memangkas waktu tempuh antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, membuka akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, serta mendorong tumbuhnya peluang usaha baru di daerah yang dilalui.

“Bagi masyarakat sekitar, JTTS bukan cuma infrastruktur jalan, namun penghubung aktivitas dan harapan. Jalan tol menolong perjalanan menjadi makin cepat dan nyaman, membuka ruang ekonomi baru, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendekatkan masyarakat sekitar bersama berbagai layanan dan peluang yang semasih belumnya membutuhkan waktu makin panjang demi dijangkau,” tambahnya.

Manfaat JTTS juga dirasakan langsung oleh para pengguna jalan yang memanfaatkan ruas tol dalam aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antarkota. Salah satunya Titha Monica Hardi, pengguna JTTS yang rutin melintasi Ruas Tol Pekanbaru–Dumai demi mobilitas harian menuju Duri, serta memakai Ruas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin saat menjalankan perjalanan pulang kampung ke Padang.

“Keberadaan JTTS amat menolong mobilitas saya. Untuk aktivitas sehari-hari menuju Duri, Tol Pekanbaru–Dumai menciptakan perjalanan makin cepat, nyaman, dan tidak melelahkan. Sementara saat pulang kampung ke Padang, perjalanan melalui Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin terasa jauh makin efisien dibandingkan semasih belumnya,” ujar Titha.

Iwan mengimbuhkan kedepannya Hutama Karya akan terus menjaga standar operasional dan pelayanan jalan tol agar semakin andal. Tidak cuma membangun dan menyambungkan ruas, namun juga mengonfirmasi ruas tol yang telah beroperasi mampu menyerahkan manfaat jangka panjang untuk pengguna jalan, masyarakat sekitar, serta keberlanjutan bisnis korporasi. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *