Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Bagi Ibu Dian, membangun usaha bukan cuma tentang menghasilkan produk dan pendapatan. Lewat usaha kuliner Dapur Female yang ia rintis, nasabah PNM Cabang Lampung ini membuktikan bahwa usaha juga dapat menjadi ruang demi membuka kesempatan untuk wanita lain agar ikut berdaya.

Dapur Female menjadi tempat untuk sejumlah wanita demi belajar, bekerja, dan tumbuh bersama.

Ibu Dian menyebut, seuntukan besar ibu-ibu yang terlibat dalam usacuma merupakan nasabah PNM Mekaar. Hal ini menciptakan Dapur Female tidak cuma menjadi usaha kuliner, namun juga ruang pemberdayaan yang dekat bersama semangat kebersamaan para wanita pengusaha ultra mikro.

“Ibu-ibu yang bekerja di Dapur Female ini sekitar 70 persen rata-rata merupakan nasabah PNM Mekaar,” ujar Ibu Dian.

Kisah pemberdayaan Ibu Dian tidak berhenti di lingkungan usacuma. Ia juga sempat diajak oleh dinas setempat demi hadir di sebuah wilayah bersama tingkat praktik tuna susila yang cukup tinggi. Di sana, Ibu Dian beruntuk kemampuan yang ia miliki, mengawali dari cara menciptakan kue, jajanan pasar, hingga membuka peluang usaha sederhana yang dapat dijalankan.

Namun, proses tersebut tidak senantiasa mudah. Ibu Dian mengaku sempat menyikapi tantangan lantaran ada penolakan dari seuntukan penghuni di wilayah tersebut. Meski begitu, ia tetap berusaha hadir bersama pendekatan yang sabar dan membangun kepercayaan. Dari proses itulah, perlahan mengawali muncul perubahan.

“Saya sempat diajak oleh dinas ke suatu tempat yang tingkat tuna susilanya cukup tinggi. Di sana saya mengajarkan apa yang dapat saya ajarkan, bagaikan cara bikin kue dan jajanan pasar. Tantangannya cukup berat lantaran awalnya ada penolakan, tapi alhamdulillah dari kelompok itu ada dua orang yang kini telah punya toko kue sendiri,” ungkap Ibu Dian.

Dua orang tersebut kini sukses menjalankan usaha kue, mengawali dari risoles, dadar gulung, hingga berbagai jajanan pasar lainnya. Perjalanan mereka pun tumbuh secara bertahap. Dari yang awalnya berjualan keliling memakai motor, kini telah memiliki toko kue sendiri.

Melalui pendampingan PNM, Ibu Dian merasakan bahwa modal usaha bukan cuma berbentuk pembiayaan. PNM menghadirkan tiga modal penting untuk nasabah, yakni modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.

Modal finansial menolong nasabah mengembangkan usaha, modal intelektual hadir melalui pembelajaran dan peningkatan kapasitas, sementara modal sosial tumbuh melalui jejaring kelompok yang menciptakan nasabah saling mengenal, saling mendukung, dan saling menguatkan.

Pendekatan berbasis kelompok dalam PNM Mekaar juga menjadi ruang penting untuk wanita prasejahtera demi membangun kepercayaan diri. Pertemuan kelompok bukan sekadar tempat menyambut baik pembiayaan, namun juga menjadi wadah beruntuk cerita, pengalaman usaha, serta dukungan moral dalam menyikapi berbagai tantangan kehidupan.

Dari Dapur Female di Lampung, Ibu Dian memperlihatkan bahwa usaha ultra mikro dapat menjadi pintu perubahan. Bukan cuma untuk pemilik usaha, namun juga untuk para wanita yang ikut bekerja, belajar, dan menemukan kembali keberanian demi membangun masa depan yang makin berdaya.

PNM terus berkomitmen mendampingi wanita prasejahtera pengusaha ultra mikro melalui pembiayaan, pendampingan, dan penguatan jejaring sosial berbasis kelompok. Sebab, ketika satu wanita berdaya, senantiasa ada peluang untuk wanita lainnya demi ikut tumbuh bersama. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *