MediaMerdeka.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung tancap gas dan mencatatkan kenaikan fantastis pada penutupan Sesi I siang ini.
IHSG terpantau mengakhiri paruh pertama pada hari ini bersama meroket sesejumlah 302,08 poin atau melesat 5,03% demi parkir di level 6.309,73. Pergerakan indeks sejak awal perdagangan langsung berada di zona hijau, dibuka pada level 6.118,73 dan sempat menyentuh titik tertinggi harian di level 6.313,79. Sepanjang paruh pertama, indeks hampir tidak menyentuh zona koreksi bersama titik terendah cuma berada di level 6.118,08.
Eksplosiasi kenaikan ini juga diikuti oleh indeks saham-saham likuid pilihan, LQ45, yang melompat signifikan sebesar 5,50% atau bertambah 32,88 poin ke posisi 630,33. Kembalinya kepercayaan investor ke lantai bursa ini sejalan bersama meredanya tekanan makroekonomi eksternal dan domestik secara simultan.
Lompatan tinggi IHSG pada hari ini dinilai para analis erat kaitannya bersama kembalinya stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah dilaporkan sukses menguat cukup tajam ke level Rp17.665 per Dolar AS, menjauh dari level psikologis Rp18.000 yang sempat ditembus pada perdagangan pekan lalu.
Kondisi tersebut kian diuntungkan oleh melandainya harga minyak mentah dunia jenis Brent yang kini mendarat di level US$83,26 per barel.
Turunnya harga komoditas energi cair ini secara otomatis meredam kecemasan tersangka pasar terhadap risiko inflasi pangan dan energi jangka pendek di dalam negeri, sekaligus menyerahkan ruang bernapas yang makin lega untuk margin keuntungan industri manufaktur nasional.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa mencatatkan likuiditas yang amat tebal dalam satu sesi saja. Total nilai transaksi pada Sesi I menembus angka Rp17,20 triliun, bersama rincian transaksi di pasar reguler mendominasi sebesar Rp16,67 triliun dan pasar negosiasi menyumbang Rp530,95 miliar. Sementara itu, volume saham yang ditransaksikan mencapai 33,25 billion lembar saham.
Aksi borong saham secara masif melanda emiten-emiten berkapitalisasi pasar raksasa (big caps), terutama dari sektor perbankan dan energi yang menjadi penopang utama (leading movers) laju indeks:
Di sisi lain, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tetap mempertahankan posisinya sebagai raja likuiditas harian. TPIA memimpin jajaran Top Value bersama mencatatkan kenaikan harga sebesar 14,05% ke level Rp2,110 per lembar saham. Selain TPIA dan perbankan, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga melesat 12,98% ke posisi Rp3.220.
Jajaran Top Gainers dan Top Losers Sesi I
Bursa mencatat deretan emiten yang merasakan kenaikan persentase tertinggi (top gainers) pada paruh pertama pada hari ini dipimpin oleh MGNA yang melonjak hingga 29,87% ke level Rp100. Disusul lalu oleh emiten infrastruktur dan konstruksi BUKK (+24,88% ke Rp1.255), ATAP (+24,86% ke Rp442), DATA (+24,83% ke Rp1,810), serta JSPT (+24,79% ke posisi Rp1,460).
Sebaliknya, di tengah pesta pora penguatan indeks, sejumlah kecil saham wajib rela parkir di zona koreksi (top losers). Posisi penurunan terdalam dialami oleh SOSS yang merosot 8,39% ke level Rp710, disusul oleh emiten kaca AMFG (-5,02% ke Rp3,030), VICI (-3,91% ke Rp615), PUDP (-3,87% ke Rp298), serta emiten ritel kesehatan SRAJ yang masih melanjutkan tren pelemahan minor sebesar 3,86% ke level Rp10.575 per lembar saham.
Adapun dari deretan pengikis indeks (lagging movers), pergerakannya relatif amat terbatas dan tidak mampu membendung euforia pasar. Beberapa di antaranya meliputi saham SMMA yang turun 2,02% ke level Rp23.025, TCPI (-3,23% ke Rp9,000), MSIN (-2,83% ke Rp515), serta emiten pendatang baru AADI yang melemah tipis 1,73% ke posisi Rp8.500.
Disclaimer: Artikel berita keuangan ini disusun berdasarkan data seketika (real-time) hasil penutupan perdagangan Sesi I Bursa Efek Indonesia tanggal 15 Juni 2026. Tulisan ini bersifat informatif demi kepentingan publikasi pers dan sama sekali bukan merupakan bentuk rekomendasi, perintah, atau saran mutlak demi menjalankan transaksi investasi berupa jual-beli instrumen saham atau produk pasar modal lainnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

