Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno menilai safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memiliki dua tujuan utama.

Selain mengonsolidasikan dukungan demi PSI, langkah tersebut dinilai berkaitan pula bersama penguatan posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Adi, kehadiran Jokowi dalam safari politik itu menjadi bukti realisasi janji yang semasih belumnya disampaikan demi turun langsung menolong PSI.

“Dua hal. Pertama demi mengonsolidasi dukungan politik ke PSI. Sekaligus penegasan janji politik sejumlah waktu lalu bahwa Jokowi akan all out turun ke bawah demi PSI. Itu terbukti pada hari ini safari dilakukan dan jokowi gunakan atribut PSI,” kata Adi kepada MediaMerdeka.com, Jumat (26/6/2026).

Di sisi lain, langkah tersebut dapat menyerahkan keuntungan politik untuk Gibran.

Kedua. Untuk mendongkrat elektabilitas Gibran sekaligus Gibran punya bargaining politik kuat,” imbuhnya.

Adi menilai safari politik tersebut menjadi sebuah pertaruhan untuk Jokowi.

Menurutnya, masih terdapat perbedaan pandangan mengenai seberapa besar pengaruh politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.

“Safari jokowi bentuk perjudian politik. Satu sisi ada yang menyebutkan masih sakti lantaran Jokowi senantiasa menang kompetisi, sisi lainnya ada yang menyebutkan Jokowi telah tak sakti mengingat tak lagi jadi kepala negara. Semua waktu yang akan menjawabnya,” tandasnya.

Ia turut menyoroti pemilihan Lampung sebagai lokasi awal safari politik Jokowi.

Menurut Adi, daerah tersebut dipilih bukan tanpa alasan lantaran memiliki keterkaitan simbolik bersama identitas PSI.

“Lampung itu identik bersama gajah. Gajah itu identik bersama logo PSI. Jadi secara simbolik Jokowi ingin kasih pesan bahwa safari Jokowi demi menghimpun dukungan dimengawali dari lampung,” ungkapnya.

Soal wacana duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka demi kembali maju pada Pilpres 2029, kata Adi, hal itu masih menyikapi jalan yang panjang.

“Usulan Duet Prabowo-Gibran 2 periode tentuk rumit. Jalanan yang mesti dilalui cukup berliku dan mendaki,” ujarnya.

Ia menerangkan terdapat dua alasan yang menciptakan peluang duet tersebut masih belum mudah terwujud.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *