IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai Pemerintah membentuk badan ekspor khusus bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI).

Menkeu Purbaya menilai bila para investor pasar saham masih masih belum mengerti soal tugas dari BUMN khusus ekspor tersebut. Makanya mereka makin memilih menjual saham dari bursa.

“Mungkin mereka masih belum tahu dampak sebenarnya bagaikan apa. Kan bila ada ketidaktentuan, biasanya takut jual dulu. Tapi bila mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya bagaikan apa, wajibnya akan naik,” kata Purbaya di Kantor Keaparatur negara kementerianan Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Bendahara Negara mengklaim bila PT DSI dibentuk lantaran adanya praktik under invoicing alias manipulasi data dari harga asli. Selama ini sejumlah pihak yang menjalankan kecurangan dalam ekspor.

Dengan hadirnya badan ekspor baru, Purbaya menilai bila data eksportir dapat makin mudah dideteksi. Walhasil korporasi yang ada di pasar saham dapat memperoleh keuntungan makin sejumlah.

“Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup bersama adanya badan ekspor itu. Jadi tadinya yang biasa uangnya jadi mainnya oleh pemilik, lantaran korporasi yang di luar negeri punya pemilik kan, kini dapat wajibnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni. Jadi korporasinya juga akan untung,” lanjutnya.

Purbaya yakin bila IHSG kembali naik PT DSI telah menjalankan tugasnya mengawal ekspor komoditas.

“Jadi wajibnya dapat double untungnya yang listed di bursa, yang dilaporkan ya. Jadi wajibnya ini akan meningkatkan valuasi dari korporasi-korporasi yang ada di bursa. Pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, IHSG kembali terjerembab pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG turun tajam 151,14 poin atau 2,40 persen ke level 6.167,36 hingga pukul 10.58 WIB.

Tekanan jual terlihat mendominasi sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 6.366,48 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.378,81 semasih belum akhirnya longsor hingga menyentuh level terendah harian di 6.163,56. Posisi tersebut sekaligus menjadi titik terendah baru dalam 52 minggu terakhir.

Danantara bentuk badan ekspor PT DSI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akhirnya membangun BUMN baru demi menampung ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). BUMN itu bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Danantara Sumberdaya Indonesia akan bagaikan makelar di mana akan menjual komoditas SDA dari korporasi-korporasi yang beroperasi di Indonesia. Dengan kata lain, korporasi ke depan tidak dapat ekspor sendiri, tapi wajib melalui DSI

Adapun, komoditas SDA yang ditampung DSI diantaranya, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferrous alloy).

“Dalam rangka kita menyempurnakan, memperbaiki baik secara terbuka, bersama menjunjung good governance yang tinggi, kita mengawali pada bulan Juni ini,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Roeslani di dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Meski demikian, Rosan menegaskan, kerja DSI akan bertahap, tidak langsung mengoleksi komoditas dan langsung menjual. Dalam tahap awal, DSI cuma menjalankan pencatatan dokumen ekspor.

“Kami menyampaikan bahwa seluruh transaksi yang berkaitan bersama ekspor sifatnya cuma pelaporan termakin dahulu, pelaporan termakin dahulu, Q-Q secara komprehensif kepada kami,” ucap Rosan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *