Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Besar-besaran, Kemenkeu Ikut Awasi SPPG

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bila anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal merasakan efisiensi besar-besaran lantaran telah diperintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Menkeu Purbaya menegaskan bila MBG yang dijalankan Badang Gizi Nasional (BGN) itu memang program andalan Prabowo yang pada saat ini tidak dapat dihapus. Untuk itu Pemerintah wajib menjalankannya, tapi juga menciptakannya makin efisien.

“Hanya saja memang pelaksanaannya, sejumlah bolongnya pada hari semasih belumnya, kini sedang diperbaiki,” katanya di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip Senin (6/7/2026).

Sebagai bukti, Purbaya menyebut anggaran MBG telah dipotong dari semasih belumnya Rp 335 triliun menjadi Rp 270 triliun. Ia mengonfirmasi bila BGN bakal kembali memangkas anggaran MBG.

“Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden. Itu, jadi enggak usah takut. Kalau program pertama tentu sejumlah bolongnya,” lanjutnya.

Purbaya mengklaim bila dirinya menjadi satu-satunya orang yang berani mendatangi BGN. Ketika pertama kali berkunjung, ia mengaku bila waktu itu sempat heboh.

Bendahara Negara menerangkan bila itu dilakukan lantaran pihaknya khawatir bersama penggunaan anggaran demi MBG. Hanya saja eksekusi tetap dilakukan oleh Kepala BGN, yang saat itu masih dijabat Dadan Hindayana semasih belum menjadi tersangka korupsi MBG.

Purbaya juga mengakui bila MBG merupakan program yang bagus di atas kertas. Lembaga bagaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun ikut mengaudit program tersebut.

“Dulu kan saya enggak boleh masuk bahkan, tapi kini kan diperbaiki,” imbuhnya.

Bahkan Kemenkeu kini dapat ikut mengawasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, (SPPG) di daerah lewat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb). Jika ada yang menyimpang, Purbaya dapat langsung menindaklanjuti.

“Yang jelek-jelek saya akan laporkan ke BGN, demi dia ambil tindakan. Nah bila (BGN) enggak ambil tindakan dalam keadaan bagaikan itu, baru saya dapat potong anggarannya,” timpal dia.

Lebih lanjut Purbaya mengklaim bila MBG tentu memiliki sejumlah kelemahan lantaran itu merupakan program baru dari Pemerintah. Makanya saat itu pimpinan BGN dinilainya masih belum menyadari kelemahan yang ada.

“Sekarang telah disadari dan akan diperbaiki. Jadi enggak apa-apa. Itu program yang bagus. Kita jalankan ke depan. Yang penting pelaksanaannya makin ketat. Lebih dimonitor kini. Kami telah akan monitor, dan kepala BGN yang baru setuju, minta Keuangan ikut monitor,” tegas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *