MediaMerdeka.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperlihatkan tren pergerakan yang positif bersama potensi kelanjutan penguatan pada perdagangan pada hari ini. Proyeksi ini sejalan bersama efek rambatan (spillover effect) dari apresiasi yang terjadi di bursa Amerika Serikat.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG sukses parkir di zona hijau bersama apresiasi sebesar 0,37 persen. Penguatan indeks komposit ini diiringi oleh tingginya minat beli investor asing yang mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai kurang makin Rp993 miliar.
Arus modal asing tersebut mayoritas mengalir ke saham-saham perbankan dan berkapitalisasi besar, di mana saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi sasaran utama akumulasi. Secara teknikal, pergerakan IHSG pada saat ini diperkirakan memiliki rentang level dukungan (support) di area 6.480 hingga 6.500, sementara titik resistensi berada pada kisaran 6.600 hingga 6.700.
Menyikapi dinamika teknikal tersebut, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memuntukkan sejumlah strategi perdagangan saham untuk para tersangka pasar.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) direkomendasikan demi speculative buy bersama area beli di kisaran 3.440 hingga 3.460, membidik target terdekat pada 3.480–3.530, serta batas risiko (cutloss) apabila melemah di bawah 3.430.
Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga masuk dalam daftar speculative buy pada level 5.250–5.300, bersama target terdekat di area 5.375–5.500, dan batas cutloss di bawah 5.200.
Selanjutnya, saham PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (PADI) direkomendasikan demi dibeli apabila harganya sukses menembus (break) level 73, menargetkan area 76–80, bersama mitigasi cutloss di bawah 70.
Rekomendasi speculative buy turut disematkan pada saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) di area beli 270–280 bersama target 300–320 dan cutloss di bawah 260.
Untuk saham PT Pancakarya Griyatama Tbk (KOTA), area beli yang ideal berada di kisaran 162–167 bersama target penguatan ke 172–185 serta cutloss di bawah 160. Terakhir, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan speculative buy di rentang 685–695, bersama target terdekat pada 705–715 dan cutloss apabila harga turun di bawah 680.
Indeks Global
Beralih ke kawasan global, bursa saham Amerika Serikat mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu bersama arah yang bervariasi. Tiga indeks utama Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8).
Indeks Dow Jones Industrial Average memimpin bersama kenaikan 0,98 persen, disusul oleh indeks S&P 500 yang naik 0,43 persen, dan Nasdaq Composite yang menguat 0,44 persen. Kendati demikian, apabila dilihat secara akumulasi sepekan, pasar saham Amerika Serikat justru mencatatkan penurunan.
Pergerakan indeks pekan lalu amat dibayangi oleh kekhawatiran para investor terhadap tingginya fluktuasi imbal hasil (yield) obligasi pihak pemerintah AS, serta masih minimnya kejelasan mengenai perkembangan eskalasi di kawasan Timur Tengah. Berbeda bersama indeks utama, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 justru terperosok bersama pelemahan sebesar 1,65 persen pada penutupan pekan lalu.
Dari sisi sektoral di bursa Wall Street, sektor material tampil memimpin bersama lonjakan kinerja sebesar 2,2 persen. Posisi ini diikuti oleh sektor kesehatan yang naik 1,3 persen dan sektor keuangan yang menguat 1 persen. Di ujung yang berbeda, sektor utilitas menjadi pemberat utama (laggard) bersama penurunan tajam mencapai 2,3 persen, memakini sektor energi yang terkoreksi tipis 0,2 persen. Di jajaran saham individu, sentimen positif menyelimuti emiten yang berafiliasi bersama aset digital.
Saham platform investasi ritel Robinhood melesat 13,7 persen, operator bursa kripto Coinbase Global melonjak 8,2 persen, dan korporasi pemegang Bitcoin, MicroStrategy, menguat 6 persen.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

