IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasar keuangan domestik mengawali perdagangan awal pekan bersama riak positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin pagi mencatatkan pembukaan di zona hijau.

Indeks bergerak menguat sebesar 35,90 poin atau 0,61 persen, mengangkut IHSG parkir ke posisi 5.932,03.

Apresiasi ini juga diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang merangkak naik 0,98 poin atau 0,17 persen menuju level 584,70.

Selaras bersama performa pasar modal, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga memperlihatkan taji pada pembukaan perdagangan Senin pagi.

Mata uang Garuda bergerak menguat 63 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp17.859 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan semasih belumnya yang sempat tertahan di level Rp17.922 per dolar AS.

Kondisi hijau di pasar domestik ini berbanding terbalik bersama performa mayoritas indeks saham di Wall Street yang justru tertekan pada penutupan perdagangan Jumat malam (26/6).

Indeks Nasdaq Composite memimpin pelemahan bersama turun 0,24%, diikuti S&P 500 yang terkoreksi tipis 0,05%, dan Dow Jones Industrial Average yang berkurang 0,09%.

Tekanan utama di bursa AS bersumber dari rilis laporan The New York Times yang menyebutkan bahwa OpenAI tengah mempertimbangkan demi menunda rencana Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) hingga tahun depan.

Langkah penundaan ini dipicu oleh kurang bergairahnya kinerja saham SpaceX pasca-melantai di bursa serta tingginya volatilitas pada portofolio saham berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Akibat sentimen tersebut, saham-saham produsen chip merasakan koreksi massal:

Micron Technology merosot makin dari 6%.
Intel terpangkas hingga melampaui 3%.
Advanced Micro Devices (AMD) menyusut sekitar 2%.

Pelemahan di sektor teknologi S&P 500 yang turun sekitar 1% tersebut sukses diredam oleh lompatan saham sektor kesehatan. Saham Eli Lilly melonjak 7%, disusul Johnson & Johnson serta AbbVie yang masing-masing menguat di atas 4%.

Di sisi lain, rilis data kepercayaan konsumen AS yang solid dan prospek inflasi yang membaik sempat menyerahkan asupan energi untuk pasar.

Namun, optimisme tersebut tertahan oleh pernyataan hawkish Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, yang mengisyaratkan masih terbukanya ruang demi satu kali kenaikan suku bunga acuan pada pada tahun ini guna meredam imbas inflasi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Bursa Asia Ikut Memerah Akibat Aksi Ambil Untung Saham Teknologi

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *