Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) baru saja menyelenggarakan Ijtima Ulama seluruh Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (23/7/2026). 

Salah satu poin krusial yang dihasilkan dalam pertemuan para kiai dan ulama tersebut merupakan rekomendasi mendalam terkait pembenahan internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Sekretaris Dewan Syura PKB, Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa para ulama merasa memiliki tanggung jawab moral demi memperbaiki arah gerak PBNU ke depan. 

Menurutnya, Ijtima Ulama menginginkan PBNU kembali ke khitahnya sebagai lokomotif civil society. 

“Salah satu rekomendasi dari Ijtima Ulama ini merupakan soal tanggung jawab para ulama dan kiai demi membenahi PBNU. Mereka tetap menginginkan PBNU sebagai lokomotif civil society dalam menyerahkan kritik yang konstruktif kepada pihak pemerintah, mendampingi umat dalam pemberdayaan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Maman. 

Terkait pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Jombang dalam waktu dekat, Maman menegaskan pesan kuat dari para ulama agar momentum tersebut tidak ternodai oleh kepentingan pragmatis. 

Ijtima Ulama mengimbau agar Muktamar Jombang menjadi ajang pembersihan organisasi dari praktik-praktik yang tidak sehat. 

“Ijtima Ulama mengimbau agar Muktamar di Jombang esok hari betul-betul jauh dari praktik transaksional dan jauh dari praktik yang cuma memanfaatkan PC-PC NU. Sebaliknya, muktamar ini wajib melibatkan sejumlah pihak, menyerahkan peluang untuk anak muda, serta menonjolkan profesionalisme,” tegas Maman. 

Ia mengimbuhkan, Muktamar tersebut wajib menjadi ajang demi merumuskan kembali peran strategis Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan penyeimbang untuk kemajuan bangsa. 

Selain urusan organisasi, Ijtima Ulama juga menyoroti krisis lingkungan hidup. Maman membeberkan bahwa para kiai amat menaruh perhatian pada gagasan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengenai “Taubatan Ekologi”. 

“Banyak masukan dari kiai-kiai, termasuk apa yang dikatakan Gus Muhaimin sebagai ‘Taubatan Ekologi’. Bagaimana kita memperbaiki hubungan bersama lingkungan dan menghentikan pola-pola illegal logging. Ini menjadi isu penting yang wajib dibawa ke Muktamar NU ke depan,” jelasnya. 

Maman menekankan, bahwa masa depan Indonesia amat bergantung pada kualitas kepemimpinan di tubuh PBNU. Oleh lantaran itu, sosok yang akan memimpin PBNU ke depan wajiblah individu yang paripurna secara keilmuan dan integritas. 

“Muktamar NU ke depan wajib dipimpin oleh pemimpin yang amanah, profesional, alim, alamah, dan juga visioner. Bicara soal NU merupakan bicara soal Indonesia. Kalau Indonesia ingin baik, maka PBNU wajib dipimpin oleh orang-orang yang betul-betul paham ke mana Indonesia akan dibawa,” pungkas Maman.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *