Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Indonesia dan Italia sepakat menjalankan kerja sama strategis demi pengembangan kapal angkatan laut di Indonesia. Kolaborasi ini dilakukan lewat penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Eurosatory 2026 yang berlangsung di Paris, Prancis.

Kerja sama ini dilakukan oleh korporasi induk industri pertahanan swasta asal Indonesia, Republikorp, melalui anak usacuma PT Republik Palindo Internasional (RPAL) bersama Fincantieri selaku salah grup galangan kapal terbesar di dunia asal Italia.

MoU yang ditandatangani oleh Eugenio Santagata selaku General Manager Fincantieri Naval Vessels Division, dan Norman Joesoef selaku Chairman dan Founder REPUBLIKORP Group mewakili RPAL, menjadi landasan awal untuk pembentukan joint venture yang diarahkan demi memperkuat industri perkapalan nasional serta memperluas kerja sama industri antara Indonesia dan Italia dalam jangka panjang.

CEO dan Managing Director Fincantieri, Pierroberto Folgiero menyebutkan, bila MoU ini menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kemitraan strategis jangka panjang antara korporasi bersama Indonesia, yang semasih belumnya telah terjalin bersama Angkatan Laut RI.

“Berbekal pengalaman kami dalam pembangunan kapal angkatan laut dan integrasi sistem yang kompleks, kami berkomitmen mendukung pengembangan kemampuan industri nasional serta berkontribusi pada terciptanya ekosistem maritim yang makin tangguh,” katanya dalam siaran pers, dikutip Minggu (21/6/2026).

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung upaya penguatan kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui pemanfaatan pengalaman dan keahlian Fincantieri di bidang pembangunan kapal dan teknologi maritim.

“Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen kami demi mendukung pengembangan kapabilitas industri yang berkelanjutan di Indonesia,” lanjutnya.

Chairman REPUBLIKORP Group, Norman Joesoef menyebut penjajakan kemitraan ini mencerminkan komitmen korporasi demi mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui kolaborasi internasional yang kuat dan seimbang.

“Bersama Fincantieri, kami menyaksikan peluang demi memperkuat kemampuan maritim nasional, mengembangkan talenta Indonesia, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem pertahanan kawasan yang makin tangguh,” katanya.

Kemitraan ini difokuskan pada pembangunan berbagai jenis kapal angkatan laut di dalam negeri yang disesuaikan bersama kebutuhan operasional Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Joint venture yang direncanakan akan mendukung pengembangan kemampuan produksi nasional demi berbagai platform maritim, mengawali dari Landing Platform Dock (LPD), Landing Helicopter Dock (LHD), fregat dan korvet multi-misi, kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessel/OPV) demi pengamanan Zona Ekonomi Eksklusif, kapal serang cepat, hingga kapal selam.

Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini merupakan pengembangan kemampuan industri nasional melalui transfer teknologi dan pertukaran pengetahuan.

Dengan memanfaatkan pengalaman dan keahlian Fincantieri, inisiatif ini akan mendorong penguatan kompetensi dalam bidang rekayasa, desain, integrasi sistem, serta proses produksi melalui program pelatihan dan kerja sama teknis yang terstruktur.

Melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten serta penguatan industri pendukung dalam negeri, kemitraan ini diharapkan dapat memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok industri perkapalan global.

Selain itu, MoU ini juga membuka peluang untuk penguatan kerja sama industri dan operasional antara kedua pihak guna mendukung pengembangan kemampuan maritim nasional di masa mendatang. 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *