Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menelanjangi ketidakberdayaan lembaga internasional dalam membendung sepak terjang militer Israel di Timur Tengah. Kelumpuhan badan dunia tersebut dinilai justru memberi ruang untuk Israel demi melegitimasi aksi kekerasan di kawasan.

Kritik tajam ini sekaligus menjadi momentum untuk Teheran demi menggalang kekuatan baru di dunia Islam. Iran kini bergerak memimpin konsolidasi guna meredam superioritas geopolitik lawan.

Pezeshkian menegaskan bahwa pembiaran yang dilakukan lembaga global pada saat ini telah berada pada tahap yang amat mengkhawatirkan. Menurutnya, pembiaran ini seolah merestui setiap aksi pembunuhan berantai yang terjadi.

“Badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Anadolu, Minggu (5/7/2026).

Pernyataan keras tersebut menggema di hadapan tokoh-tokoh dunia dalam forum KTT Teheran. Pertemuan besar ini digelar bersamaan bersama momen berkabung nasional di Iran.

Teheran menilai ada bias nyata dari para penegak hukum internasional dalam merespons konflik global. Janji perlindungan hak asasi manusia terbukti runtuh saat berhadapan bersama kepentingan politik tertentu.

Pezeshkian menilai organisasi internasional dan para pembela hak asasi manusia diharapkan demi mencegah tindakan tersebut, namun sebaliknya, dukungan politik dan logistik yang diberikan.

Ketimpangan perlakuan ini menciptakan situasi keamanan di negara-negara Arab semakin rapuh dan tidak menentu. Penyerangan tanpa henti menghancurkan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat sekitar di sana.

Dia menyebutkan Israel menyerang sejumlah negara di kawasan tersebut dan bertanggung jawab atas sejumlah krisis dan ketidakstabilan di seluruh Timur Tengah, mengimbuhkan bahwa negara-negara Muslim tidak memengawali agresi tersebut.

Kondisi kritis ini mendesak lahirnya poros baru yang makin independen dan agresif di kancah global. Iran menegaskan kesiapannya memikul tanggung jawab besar demi menyatukan visi perlawanan tersebut.

Pezeshkian juga merujuk pada dimengawalinya “kepemimpinan baru” untuk komunitas Islam, menyebutkan bahwa kepemimpinan pada saat ini memikul tanggung jawab yang berat dan bahwa pihak pemerintahnya akan terus bekerja menuju cita-cita revolusi, memperkuat persatuan Islam dan memperluas solidaritas di antara negara-negara Muslim.

Langkah diplomatik ini diambil di tengah duka mendalam yang menyelimuti jutaan masyarakat sekitar Iran. Gelombang massa pembawa pesan duka terus memadati pusat-pusat peribadatan di ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan saat upacara pemakaman Khamenei dimengawali di Teheran, di mana ribuan pelayat berkumpul di Masjid Imam Khomenei Mosalla.

Prosesi penghormatan terakhir ini direncanakan berlangsung secara maraton lintas negara selama sepekan penuh. Upacara ini melibatkan jutaan penganut mazhab Syiah di seluruh kawasan.

Menurut jadwal resmi, upacara peringatan akan berlanjut di Teheran sepanjang akhir pekan bersama partisipasi kepala negara, aparatur negara senior, dan tokoh agama.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *