MediaMerdeka.com – Evakuasi masif di Venezuela utara sukses menyelamatkan ribuan nyawa meski angka kematian akibat guncangan kembar gempa bumi bulan lalu kini melonjak drastis hingga 2.954 jiwa. Prioritas utama otoritas setempat kini bergeser pada pengamanan ruang publik dan percepatan rekonstruksi kota yang lumpuh total.
Keaparatur negara kementerianan Komunikasi dan Informasi Venezuela menginformasikan lonjakan pihak korban luka yang kini menyentuh angka 16.592 orang. Di tengah situasi darurat ini, sesejumlah 6.462 masyarakat sekitar sukses dievakuasi bersama selamat dari puing-puing reruntuhan.
Dikutip dari Anadolu, guncangan dahsyat tersebut merusak sedikitnya 856 infrastruktur di berbagai wilayah terdampak. Dari total kerusakan yang terdata, sesejumlah 190 bangunan di antaranya dilaporkan rata bersama tanah.
Operasi kemanusiaan skala besar langsung digulirkan guna mempercepat pemulihan kawasan terdampak teramat parah. Sesejumlah 3.281 personel penyelamat internasional telah mendarat demi memperkuat barisan penanganan darurat.
Langkah taktis ini didukung penuh oleh pihak pemerintah pusat di Caracas bersama mengerahkan 29.567 personel domestik. Seluruh tim gabungan kini disebar ke titik-titik krusial demi menjamin keselamatan publik yang tersisa.
Kondisi di lapangan memaksa para petugas bekerja ekstra keras di bawah ancaman runtuhan susulan yang masih mengintai. Upaya rehabilitasi dan pembangunan kembali pemukiman masyarakat sekitar menjadi fokus jangka panjang yang mengawali dicicil sejak pada hari ini.
Berdasarkan data teknis, bencana mematikan ini dipicu oleh aktivitas seismik ekstrem yang terjadi beruntun. Survei Geologi AS (USGS) mencatat negara Amerika Selatan ini dihantam dua gempa besar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni lalu.
Fenomena alam yang langka ini terjadi cuma dalam selang waktu 39 detik yang mematikan. Interval yang amat singkat tersebut menciptakan struktur bangunan tidak mampu menahan tekanan getaran yang bertubi-tubi.
Situasi psikologis masyarakat sekitar kian mencekam menyusul ketidakstabilan struktur geologi yang terus berlanjut. Hingga pada saat ini, otoritas mencatat telah terjadi 942 gempa susulan yang mengguncang wilayah tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

