Jangan Persulit Warga Terdampak! Ini Tuntutan Warga Kampung Pelangi Jaksel soal Rusun

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Warga Kampung Pelangi, Jakarta Selatan, mengaku masih belum menyambut baik informasi resmi mengenai rencana penataan kawasan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, baik dari pihak pemerintah maupun pengurus lingkungan Rukun Tetangga (RT).

Meski begitu, kabar mengenai pembangunan rumah susun (rusun) di kawasan tersebut telah terdengar di kalangan masyarakat sekitar.

Anita, salah seorang masyarakat sekitar Kampung Pelangi, menyebutkan dirinya masih belum memperoleh informasi mengenai rencana penataan kawasan melalui pengurus lingkungan.

Menurut dia, informasi biasanya disampaikan melalui pengurus RT hingga dasawisma.

“Belum dari pihak terkait masih belum ada info apa-apa, ya biasakan RT melalui dasawisma, masih belum,” kata Anita kepada MediaMerdeka.com saat ditemui di Kampung Pelangi, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026).

Meski masih belum menyambut baik informasi resmi, Anita mengaku telah mendengar kabar mengenai rencana pembangunan rusun di kawasan tempat tinggalnya dari masyarakat sekitar lain dan sosial media.

“Ada tau, dibikin rusun,” ujarnya.

Anita menginginkan pihak pemerintah menyampaikan informasi mengenai rencana penataan kawasan sejak awal.

Menurut dia, pemberitahuan tersebut penting agar masyarakat sekitar memiliki waktu demi mempersiapkan diri apabila nantinya wajib pindah dari tempat tinggal mereka.

“Iya lah, biar masyarakat sekitar juga misalnya bila mau pindah dari awal, jangan mendadak,” kata Anita.

Selain ketentuan informasi, Anita juga menginginkan masyarakat sekitar yang terdampak penataan kawasan mendapat prioritas demi menempati rusun apabila relokasi benar-benar dilakukan.

Dia menilai, biaya hunian dan persyaratan administrasi perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat sekitar, terutama mereka yang bekerja bersama penghasilan tidak tetap.

“Kalau ada relokasinya, terus setelah jadi harganya masih masuk akal, gapapa bila rusun kan wajib punya slip gaji, bila kayak kita kerja harian lepas gimana punya slip gaji,” tuturnya.

Anita juga mengimbau agar proses pengajuan hunian pengganti tidak menyulitkan masyarakat sekitar yang wajib meninggalkan tempat tinggal mereka.

Dia menginginkan masyarakat sekitar yang semasih belumnya menempati kawasan tersebut menjadi pihak yang diprioritaskan demi memperoleh rusun.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *