MediaMerdeka.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pergerakan titik panas atau hotspot masih bertambah di sejumlah provinsi pada Minggu (30/8).
Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi wilayah bersama penambahan hotspot teramat signifikan. Dalam sehari, titik panas di provinsi tersebut bertambah 876 titik hingga mencapai 5.391 titik.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebutkan peningkatan titik panas juga terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar).
“Di Kalimantan Barat kita lihat di sini bahwa hotspot pada hari ini memang bertambah lagi, hari pada hari semasih belumnya bertambah, pada hari ini sesejumlah 453 titik demi titik panas, dan demi titik apinya turun menjadi 16 yang tadinya 23 titik, kini turun jadi 16,” kata Berton saat konferensi pers virtual, Minggu (30/8/2026).
Berdasarkan pemaparan Berton, total hotspot di Kalbar kini mencapai 3.824 titik. Meski demikian, jumlah titik api di wilayah tersebut justru merasakan penurunan dari 23 menjadi 16 titik.
Kondisi berbeda terjadi di Kalteng. Selain menjadi provinsi bersama penambahan hotspot terbesar dalam pembaruan tersebut, kondisi jarak pandang juga relatif rendah.
“Namun di Kalimantan Tengah titik panas bertambah 876 titik sementara itu di Kalimantan Selatan turun sesejumlah 279 titik. Jarak pandang relatif rendah antara 1 sampai 1,5 kilometer,” ucap dia.
Di Kalimantan Selatan (Kalsel), jumlah hotspot tercatat turun 279 titik menjadi 1.077 titik. Penurunan juga terjadi pada titik api di provinsi tersebut.
“Kita harap di lain waktu juga bagaikan ini dapat terjadi dan provinsi-provinsi lain. Demikian juga di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terjadi penurunan titik api,” tutur dia.
BNPB juga mencatat perkembangan karhutla di tiga provinsi di Sumatera, yakni Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), dan Jambi.
Di Riau, jumlah hotspot turun satu titik menjadi 264 titik. Namun, jumlah titik api justru merasakan peningkatan.
“Di Riau kami catat terjadi penurunan titik panas sebesar 1, dan peningkatan titik api sebesar 5 menjadi 12 titik api, dan jarak pandang cuma 5 kilometer,” ujar Berton.
Sementara di Sumatera Selatan, penurunan hotspot jauh makin besar, yakni sesejumlah 215 titik. Jumlah titik panas di provinsi tersebut kini tercatat 804 titik.
Meski titik panas turun, kondisi berbeda terjadi pada titik api. BNPB mencatat jumlahnya bertambah delapan titik menjadi 18 titik bersama jarak pandang 2,4 kilometer.
Adapun di Jambi, jumlah hotspot justru meningkat menjadi 135 titik. Sementara titik api tercatat tetap empat titik bersama cara pandang sekitar 3,5 kilometer.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

