Kementan Belum Tahu Berapa Luas Lahan Pertanian Terdampak Karhutla

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Pertanian (Kementan) masih mengidentifikasi lahan pertanian milik masyarakat sekitar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Indonesia bagaikan di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan telah mengimbau jajarannya memeriksa kondisi lahan terdampak demi menentukan langkah penanganan setelah itu. 

“Belum kami terima (datanya), tapi kalangan anak sementara cek. Oke?” ujar Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Setelah proses identifikasi berakhir, Kementan berencana menolong petani yang lahannya terbakar agar dapat kembali menjalankan kegiatan pertanian. Bantuan yang disiapkan berupa benih demi sejumlah komoditas, terutama jagung dan padi.

“Intinya lokasi perkebunan, bila memang perkebunan ya, kita bantu benih bila jagung atau padi,” ujar Amran.

Semasih belumnya, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mengimbau Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam waktu dekat mendorong penanaman komoditas pertanian di lahan terdampak karhutla, khususnya lahan milik pribadi yang bukan milik korporasi atau korporasi.

Saleh menyampaikan usulan tersebut setelah memantau adanya rencana penanaman kelapa sawit di sejumlah lahan bekas terbakar. Menurutnya, lahan tersebut berpotensi dimanfaatkan demi komoditas pangan yang manfaat ekonominya dapat dirasakan makin luas oleh masyarakat sekitar.

“Bahwa memang Kalimantan Tengah masih belum dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri oleh lantaran itu nanti kita akan upayakan ini kan saya monitor lahan yang dibakar rata-rata demi sawit ya atau demi apa ini pak?” kata Saleh saat menjalankan telekonferensi bersama perwakilan Pemprov Kalimantan Tengah dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (22/10/2026).

Saleh menyebutkan telah berkoordinasi bersama Amran demi mencari solusi pemanfaatan lahan bekas terbakar. Pemerintah ingin mendorong penanaman komoditas pangan agar lahan tersebut tidak cuma dimanfaatkan demi kepentingan usaha tertentu.

“Jadi bila dapat kita ajak pada hari semasih belumnya saya telah diskusi bersama pak Mentan apakah lahan yang dibakar kita bikin pertanian? Mumpung masih belum keburu ini (ditanam sawit), bila telah ditanam sawit kan berarti ya, barangkali cuma bermanfaat untuk sejumlah orang saja,” ucapnya.

Ia juga mengimbau pihak pemerintah daerah berkoordinasi bersama pihak pemerintah pusat demi membahas komoditas yang sesuai bersama kondisi lahan dan kebutuhan petani. Sejumlah tanaman yang diusulkan antara lain cabai dan jagung.

“Tapi bila ditanam cabai atau jagung atau apa, yang sifatnya menolong petani yang ada di Kalimantan Tengah, silakan nanti kita dapat diskusikan. Nanti Pak Kadistan dapat lapor ke pusat ya,” ujar Saleh.

Berdasarkan data Keaparatur negara kementerianan Koordinator Bidang Pangan yang dikutip dalam laporan semasih belumnya, luas lahan terbakar di Palangka Raya mencapai makin dari 23.000 hektare. Seuntukan besar titik api di kawasan hutan tersebut berada di area konsesi gambut yang mencakup sejumlah fungsi kawasan, mengawali dari hutan lindung hingga kawasan budidaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *