Menteri Mukhtarudin Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil Manfaatkan Bonus Demografi

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyambut baik audiensi dari gabungan instansi pihak pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat XI, H. Ade Ginanjar, Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.

Selain unsur pihak pemerintah daerah, audiensi ini juga dihadiri oleh perwakilan sejumlah perguruan tinggi terkemuka, di antaranya Universitas Garut, Poltekkes Kemenkes, Universitas Mayasari Bakti, STT Cipasung Tasikmalaya, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, STIKES Respati Tasikmalaya, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, STIEBS Al Amin Tasikmalaya, Politeknik LP3I Tasikmalaya, serta Institut Pendidikan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan pentingnya verifikasi serta perlunya merapatkan barisan dalam penempatan kerja luar negeri. Ia menyoroti tantangan regulasi di negara penempatan bagaikan Republik Korea yang masih memerlukan penguatan perlindungan untuk pekerja migran.

“Walaupun pihak pemerintah di sana telah memiliki regulasi, namun masih kurang terproteksi dalam penempatan kerja di luar negeri, berakibat ke depannya mereka tetap perlu arahan kerja,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Bupati Garut juga menceritakan pengalamannya saat menjalankan kunjungan ke Jepang pekan lalu, di mana pihaknya sempat menemui perwakilan Keaparatur negara kementerianan Republik Korea yang menawarkan peluang kerja untuk tenaga kerja daerah.

Namun, Abdusy menggarisbawahi perlunya jalur resmi (Government to Government atau G2G) yang makin cepat, tertib hukum, dan terhindar dari birokrasi yang rumit agar peluang kerja tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai solusi, pihaknya mendorong adanya kolaborasi pemanfaatan fasilitas dan lembaga ketiga yang telah ada, khususnya dalam hal penyediaan pelatihan kerja yang singkat, padat, dan sesuai kebutuhan pasar internasional.

Peluang Kerja Global Belum Terserap

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin membeberkan sesejumlah 205.924 peluang kerja di luar negeri masih belum terserap tenaga kerja Indonesia, berakibat membutuhkan sinergi pihak pemerintah daerah dan perguruan tinggi demi menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten dan terlindungi.

“Berdasarkan data Sistem Informasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) per 25 Oktober 2026, terdapat 278.848 posisi peluang kerja di luar negeri. Sesejumlah 72.924 posisi telah terserap, sementara 205.924 posisi masih tersedia,” tutur Menteri Mukhtarudin.

Mukhtarudin menyebutkan, besarnya peluang kerja internasional perlu diimbangi bersama peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia. Fenomena penuaan penduduk (aging population) di sejumlah negara maju, bagaikan Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa, menjadi peluang strategis untuk tenaga kerja Indonesia demi memasuki pasar kerja global.

Di sisi lain, Menteri Mukhtarudin bilang Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar bersama proyeksi penduduk usia produktif yang mendukung pemanfaatan bonus demografi menuju 2045.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Keaparatur negara kementerianan P2MI mendorong Program SMK Go Global sebagai salah satu langkah strategis menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan sesuai kebutuhan pasar internasional.

“Program itu merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto demi menyiapkan 500.000 tenaga kerja, bersama target penempatan bertahap sesejumlah 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029,” imbuh Menteri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *