MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengimbau pihak pemerintah dan aparat keamanan menjalankan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan di Papua menyusul pembakaran pesawat milik PT AMA oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Menurut Dave, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap keamanan masyarakat sekitar di Papua masih nyata berakibat diperlukan langkah pengamanan yang makin efektif tanpa mengabaikan pendekatan humanis dan koridor hukum.
“Komisi I DPR RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden pembakaran pesawat oleh KKB di Papua, yang mengancam keselamatan masyarakat sekitar sipil termasuk mereka yang tengah menjalankan misi agama dan kemanusiaan,” kata Dave di Jakarta, Jumat.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat sekitar sipil wajib menjadi prioritas utama. Karena itu, peningkatan pengamanan tidak cukup cuma bersama menambah personel, namun juga wajib disertai penguatan koordinasi antarlembaga, pemetaan risiko, serta pelibatan pihak pemerintah daerah dan tokoh masyarakat sekitar dalam menjaga stabilitas keamanan.
Dave menyebutkan Komisi I DPR RI akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di Papua agar kebijakan yang diterapkan tidak cuma bersifat reaktif setelah insiden terjadi, melainkan juga mampu mencegah ancaman serupa di masa mendatang.
Ia meyakini langkah yang tepat dapat menciptakan Papua yang damai, aman, dan sejahtera untuk seluruh masyarakat sekitar. Komisi I DPR, lanjutnya, juga berkomitmen mengawal kebijakan keamanan yang mengedepankan perlindungan masyarakat sekitar sipil serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
“Kami percaya bahwa melalui sinergi antara aparat TNI, Polri, pihak pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar, rasa aman dapat dipulihkan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap negara,” katanya.
Semasih belumnya, Kapolres Yahukimo Zet Salino menegaskan KKB membakar pesawat milik PT AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (2/7).
Berdasarkan data yang dihimpun, pesawat yang dipiloti Nicholas F. Goselin, masyarakat sekitar negara Amerika Serikat, terbang dari Wamena menuju Balinggama bersama mengangkut tujuh penumpang. Insiden tersebut menyebabkan pilot meninggal dunia, sementara tujuh penumpang terdiri atas Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

