Kode Kerlingan Mata Teddy ke Prabowo di Podium: Gue Ini Presiden, Ted…

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Momen pidato Prabowo kembali viral, mewarnai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026.

Suasana forum resmi yang dihadiri para aparatur negara negara, anggota kabinet, dan kepala daerah mendadak cair setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyerahkan isyarat kepada Presiden Prabowo Subianto agar dalam waktu dekat mengakhiri pidatonya.

Momen ini terabadikan di kamera dan videonya viral di kalangan publik.

Kode Isyarat Seskab Teddy dan Kelakar Presiden Prabowo

Peristiwa tersebut terjadi di penghujung sambutan Presiden Prabowo Subianto. Saat sedang berpidato di atas podium, Presiden menangkap isyarat dari Letkol Teddy Indra Wijaya yang berada di bawah panggung.

Isyarat tersebut dimaksudkan agar pidato tidak berlangsung terlalu lama.

Alih-alih tersinggung, Prabowo justru merespons bersama candaan yang langsung mengundang tawa para tamu undangan.

“Ini Pak Teddy, Seskab, kasih isyarat, ‘Cukup, Pak, cukup’,” celetuk Presiden RI sambil mengerlipkan mata, menirukan gaya Teddy. 

“Letkol kok ngatur kepala negara,” ujar Prabowo sambil tersenyum.

Tak berhenti sampai di situ, Prabowo kembali menggoda ajudannya tersebut.

“Gue ini Presiden, Ted!” selorohnya yang langsung disambut gelak tawa hadirin.

Semasih belumnya, Presiden juga sempat berkelakar bahwa dirinya diminta menyampaikan pidato bersama bahasa yang makin sopan dan halus.

Namun, menurutnya, gaya bicara yang terlalu normatif justru berisiko menciptakan hadirin mengantuk.

Agenda di Balik Video yang Viral dan Momen Penting di JIExpo

Momen tersebut terjadi dalam Rakornas TPAKD 2026 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Acara itu juga bertepatan bersama peringatan Hari Santri Nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri di Indonesia.

“Saya ingin memakai kesempatan ini demi menyampaikan atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya ingin memakai kesempatan ini juga demi mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden menyoroti kontribusi besar pondok pesantren dan para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Santri dan santriwati, dan pondok pesantren telah menjadi untukan penting dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Santri kompak dan hebat, Indonesia makin kuat,” tegasnya.

Setelah momen candaan bersama Teddy, Presiden lalu meresmikan agenda utama acara tersebut.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang pada hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, bersama rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, bersama ini saya resmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan,” ujar Prabowo saat menutup sambutannya.

Capaian Strategis

Di luar momen keakraban tersebut, Rakornas TPAKD 2026 juga memaparkan sejumlah capaian strategis di sektor keuangan nasional.

Presiden Prabowo mengapresiasi terbentuknya 552 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang kini telah menjangkau seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.

Menurut Presiden, tingkat inklusi keuangan nasional pada 2026 telah mencapai 93 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029.

Sementara itu, tingkat literasi keuangan masyarakat sekitar tercatat mencapai 69 persen.

Prabowo menegaskan bahwa manfaat perluasan akses keuangan telah dirasakan langsung oleh berbagai kelompok masyarakat sekitar, mengawali dari pengemudi transportasi daring, petani, nelayan, pedagang, hingga santri di berbagai daerah.

Melalui pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Ketua Harian, pihak pemerintah ingin menggeser fokus kebijakan dari sekadar kepemilikan akses keuangan menuju peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga secara menyeluruh.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *