MediaMerdeka.com – Krisis kemanusiaan di Venezuela semakin memburuk setelah jumlah pihak korban tewas akibat 2 gempa bumi beruntun kini melonjak drastis melewati angka 1.700 jiwa. Otoritas setempat terus berpacu bersama waktu di tengah kekhawatiran angka kematian yang diprediksi akan terus berlipat ganda.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan langsung perkembangan mutakhir ini melalui saluran televisi pihak pemerintah.
“Jumlah pihak korban tewas dalam 2 gempa bumi di Venezuela telah meningkat menjadi 1.719 orang,” ujarnya, dikutip dari Skynews, Selasa (30/6/2026).
Dalam pidato resminya, Jorge Rodriguez juga memaparkan skala kerusakan dan cedera massal yang menimpa masyarakat sekitar sipil.
“Sesejumlah 5.034 orang lainnya terluka dalam bencana tersebut, yang terjadi sesaat setelah jam 6 sore waktu setempat pada Rabu lalu,” kata Rodriguez.
Dampak kehancuran infrastruktur juga memaksa gelombang pengungsian besar-besaran di berbagai wilayah terdampak.
“Sesejumlah 15.866 orang terpaksa kehilangan tempat tinggal setelah gempa tersebut,” tambah Rodriguez.
Kondisi di lapangan diperkirakan jauh makin mengerikan daripada data formal yang sukses dihimpun pada saat ini. PBB bahkan memproyeksikan skenario terburuk mengenai jumlah pihak korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.
Semasih belum pernyataan resmi pihak pemerintah keluar, perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengonfirmasi kesiapsiagaan logistik darurat mereka. Perwakilan tersebut menegaskan bahwa organisasi tersebut sedang bersiap menyikapi kebarangkalian hingga 10.000 kematian, bersama jenazah sejumlah pihak korban diyakini masih terjebak di bawah puing-puing.
Upaya pencarian pada saat ini amat bergantung pada aktivasi platform digital independen yang melacak keberadaan masyarakat sekitar. Sebuah situs penjejak menginformasikan situasi terkini mengenai puluhan ribu masyarakat sekitar yang sama sekali masih belum menyerahkan kabar.
Situs web tersebut menegaskan bahwa “masih masih belum ada kontak” dari 46.576 orang yang dilaporkan hilang. Angka ini memperlihatkan sedikit perbaikan dari data semasih belumnya yang sempat menyentuh 46.628 orang pada pagi hari.
Di sisi lain, jumlah masyarakat sekitar yang sukses ditemukan dan dikonfirmasi selamat terus merasakan peningkatan visual. Angka masyarakat sekitar yang teridentifikasi posisinya merangkak naik dari yang semula 15.097 orang menjadi 15.276 orang.
Sistem digital ini sengaja dirancang agar publik dapat saling beruntuk informasi valid mengenai titik terakhir anggota keluarga mereka. Inisiatif daring tersebut dibuat bersama harapan dapat menolong mempermudah upaya pencarian dan penyelamatan di seluruh penjuru negeri.
Gempa kembar berdaya rusak tinggi mengguncang wilayah Venezuela pada Rabu pekan lalu tepat saat aktivitas masyarakat sekitar mengawali beralih malam. Kejutan seismik yang terjadi selepas pukul 18.00 waktu setempat ini meruntuhkan ribuan struktur bangunan dalam sekejap.
Hingga pada saat ini, operasi penyelamatan massal yang melibatkan tim domestik dan internasional masih terus dioptimalkan. Fokus utama petugas berpusat pada evakuasi puing-puing perkotaan di mana ribuan pihak korban diduga kuat masih tertimbun.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

