MediaMerdeka.com – Larangan penggunaan hijab di sekolah-sekolah Azerbaijan memicu gelombang protes.
Padahal agama mayoritas di Azerbaijan merupakan Islam. Data terakhir menyebut 97 persen penduduk negara ini beragama Islam.
Sejumlah siswi dilaporkan dilarang mengikuti pelajaran lantaran mengenakan jilbab, sementara guru wanita menyikapi tekanan demi melepas penutup kepala atau mengundurkan diri.
Dikutip dari JAMnews, Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri Azerbaijan pada 12 Oktober mengumumkan penangkapan 37 orang terkait insiden yang terjadi di tengah penerapan ketentuan seragam sekolah.
Pihak berwenang membuka penyelidikan pidana berdasarkan Pasal 233 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Azerbaijan.
Pasal tersebut mengatur pertanggungjawaban atas tindakan yang mengganggu ketertiban umum, termasuk mengorganisasi atau berpartisipasi aktif dalam aksi semacam itu.
Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri menuduh para tahanan memicu bentrokan bersama tenaga pendidikan di Baku, merusak fasilitas pendidikan, serta berupaya mengganggu kegiatan sekolah dan lalu lintas.
Siswi Protes lantaran Dilarang Masuk Sekolah
Protes terhadap larangan hijab dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah di Baku dan wilayah lain di Azerbaijan.
Para siswa menggelar demonstrasi di gerbang sekolah, menepis mengikuti pelajaran, hingga menyuarakan solidaritas terhadap teman-teman wanita mereka yang mengenakan hijab.
Di Sekolah Nomor 322, Baku, sejumlah siswa memprotes larangan tersebut dan menuntut agar siswi berhijab diizinkan mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Aksi serupa juga berlangsung di luar Sekolah Nomor 69 di kawasan Balakhany, Baku.
Dalam video yang dipublikasikan pada 9 Oktober, para siswa terlihat menepis masuk kelas sebagai bentuk solidaritas terhadap teman mereka yang mengenakan hijab.
Protes juga dilaporkan terjadi di sebuah sekolah di Desa Mollaoba, Distrik Masally. Sementara itu, video dari Sekolah Nomor 9 di Distrik Jalilabad memperlihatkan sejumlah siswi tidak diizinkan memasuki gedung sekolah lantaran mengenakan hijab.
Di kawasan Khokhmeli, Baku, sejumlah orang tua bahkan memperingatkan akan menghentikan pengiriman anak pria mereka ke sekolah sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

