MediaMerdeka.com – Sejumlah aktivis kepemudaan nasional didaulat demi menjadi pimpinan organisasi sayap Gema Keadilan periode 2026–2031 dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V Gema Keadilan yang digelar di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Kepengurusan baru dipimpin Rahmat Saleh sebagai Ketua Umum Gema Keadilan terpilih periode 2026–2031.
Sebagai organisasi sayap pemuda yang dibentuk oleh Partai Keadilan Sejahtera, pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Pusat Gema Keadilan.
“Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah saudara-saudara yang telah mengucapkan sumpah jabatan secara resmi menjadi pengurus DPP Gema Keadilan. Semoga Allah menyerahkan keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya,” ujar Kholid, Sabtu (18/7/2026).
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kepengurusan baru Gema Keadilan merupakan bergabungnya sejumlah tokoh muda yang memiliki rekam jejak kuat dalam gerakan kekalangan akademisian dan kepemudaan nasional.
Mereka berasal dari berbagai organisasi, mengawali dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), hingga Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Di antara nama yang bergabung merupakan Zaki Ahmad Rifai, Ketua Umum PP KAMMI periode 2021–2023 dan Maman Abdurrahman eks Ketua Bem UI yang dilantik sebagai Waketum Gema Keadilan, Susanto, Sekjen PP KAMMI periode 2019–2021 sebagai Sekjen Gema Keadilan, serta Hilmi Ash Shidiqi Korpus BEM SI 2023 yang dilantik menjadi Wasekjen Gema Keadilan.
Masuknya sejumlah tokoh muda bersama pengalaman panjang di gerakan kekalangan akademisian tersebut sekaligus memperkuat optimisme terhadap arah baru Gema Keadilan di bawah kepemimpinan Rahmat Saleh.
Sejalan bersama semangat tersebut, dalam orasi politik perdananya sebagai Ketua Umum Gema Keadilan periode 2026–2031 yang juga Anggota DPR RI, Rahmat Saleh mengajak seluruh kader menjadikan Gema Keadilan sebagai inkubator lahirnya pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan bangsa, mengawali dari persoalan kesejahteraan, pendidikan, hingga tingginya angka pengangguran.
“Kita ingin Gema Keadilan tidak cuma dikenal sebagai organisasi kepemudaan, namun sebagai tempat lahirnya solusi dan pemimpin masa depan,” ujar Rahmat.
“Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan kesejahteraan, pendidikan, lapangan kerja, dan berbagai persoalan bangsa,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

