MediaMerdeka.com – Kinerja sektor penanaman modal nasional memperlihatkan tren positif sepanjang tahun lalu. Keaparatur negara kementerianan Investasi dan Hilirisasi sekaligus Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menginformasikan bahwa akumulasi realisasi investasi pada tahun 2025 sukses menyentuh angka Rp1.931,2 triliun.
Angka pencapaian tersebut sukses melampaui ekspektasi, lantaran setara bersama 101,3 persen dari target awal yang dicanangkan pihak pemerintah yakni sebesar Rp1.905,6 triliun. Secara tahunan (year-on-year), performa investasi ini memperlihatkan lonjakan pertumbuhan sebesar 12,7 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memaparkan bahwa aliran modal yang masuk tidak cuma berdampak pada angka makroekonomi, namun juga secara langsung membuka lapangan pekerjaan.
Sepanjang periode tersebut, proyek-proyek penanaman modal sukses menyerap hingga 2,71 juta tenaga kerja dalam negeri, sebuah peningkatan sekitar 10,4 persen apabila dikomparasikan bersama periode tahun semasih belumnya.
Dalam agenda Rapat Kerja bersama jajaran Komisi XII DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026), Rosan merinci bahwa struktur permodalan tahun lalu didominasi oleh kekuatan modal dari dalam negeri.
“Lebih dari separuh investasi berasal dari dalam negeri atau PMDN sebesar 53,4 persen atau senilai Rp1.030,3 triliun. PMA (penanaman modal asing) berkontribusi 46,6 persen atau sebesar Rp900,9 triliun,” ujar Rosan.
Selain capaian nilai investasi, tren positif lainnya terlihat pada distribusi aliran modal yang tidak lagi Jawasentris. Data BKPM memperlihatkan bahwa sebesar 51,3 persen dari keseluruhan total investasi, atau setara bersama dana sebesar Rp991,2 triliun, telah tersalurkan ke berbagai provinsi di luar Pulau Jawa.
“Ini terlihat bahwa investasi yang kian merata di Indonesia,” katanya.
Kesuksesan dalam mendistribusikan pusat pertumbuhan ekonomi ini tidak lepas dari dorongan kuat pada sektor hilirisasi industri. Tercatat, sektor ini membukukan realisasi investasi mencapai Rp584,1 triliun, yang mencerminkan lonjakan impresif sebesar 43,3 persen dan menopang 30,2 persen dari keseluruhan nilai investasi nasional.
Untuk porsi terbesar atau sekitar 71,1 persen dari total proyek hilirisasi yang sedang berjalan pada saat ini berlokasi di luar Pulau Jawa..
“Wujud nyata upaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

