Masa Depan Bandara Kertajati di Tangan AHY

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah menyiapkan pemindahan seuntukan aktivitas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dari Bandung ke kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, secara bertahap.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan relokasi dilakukan bukan demi memindahkan seluruh aktivitas PTDI dari Bandung.

Menurutnya, Bandung tetap akan menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi, sementara itu Kertajati difokuskan sebagai pusat operasional industri.

“Tidak lalu kita meninggalkan Bandung begitu saja lantaran Bandung wajib tetap menjadi hub, sentra inovasi, brain-nya. Tetap dapat fokus pada urusan desain, riset, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia,” kata AHY di Kantor Keaparatur negara kementerianan Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Sementara itu, Kertajati akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan operasional PTDI, mengawali dari perakitan akhir (final assembly), maintenance, repair and overhaul (MRO), manufaktur, hingga fasilitas uji terbang (flight test).

“Sedangkan Kertajati kita kembangkan menjadi hub yang fokus pada operasionalnya, makin pada final assembly, MRO, manufacturing, dan juga flight test. Ini dibutuhkan kebutuhan lahan dan akses logistik yang tersedia sebetulnya telah semakin mumpuni lantaran lokasinya,” ujarnya.

AHY menerangkan pengembangan dilakukan lantaran fasilitas PTDI di Bandung mengawali menyikapi keterbatasan ruang demi mendukung ekspansi industri penerbangan nasional.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menyebutkan relokasi ke Kertajati akan dilakukan dalam sejumlah tahap. Tahap pertama dimengawali bersama memindahkan kegiatan uji terbang pesawat.

“Pertama kali akan kita manfaatkan merupakan demi seluruh flight test kami akan pindahkan ke Kertajati,” kata Gita.

Menurut dia, langkah tersebut akan dalam waktu dekat dilakukan demi mendukung peningkatan kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) aparat TNI.

“Tadi kami akan mengawali bekerja mengawali Agustus. Karena perintah dari Kemhan itu flight readiness aparat TNI wajib dapat naik pada tanggal 5 Oktober,” katanya.

Setelah fasilitas uji terbang berjalan, PTDI akan melanjutkan pembangunan pusat maintenance, repair and overhaul (MRO). Selanjutnya, korporasi akan memindahkan lini produksi pesawat secara bertahap ke Kertajati.

“Yang kedua tentunya MRO. Setelah ini fase yang kedua merupakan kami akan membangun fasilitas MRO. Kemudian N219 produksi, itu merupakan fase ketiga. Fase ketiga kita memindahkan lini-lini produksi ini ke Kertajati dan tentunya yang teramat barangkali yang pertama kali dipindahkan merupakan N219,” tutur Gita.

Ia menerangkan PTDI membutuhkan lahan sekitar 150 hingga 200 hektare di Kertajati. Kawasan tersebut nantinya akan menampung empat lini bisnis utama korporasi, yakni manufaktur pesawat, MRO, aerostructure, dan pengembangan pesawat tanpa awak (drone).

“Keseluruhan fasilitas kami merupakan 150 sampai 200 hektare. Itu terdiri dari manufacturing pesawat, MRO, aerostructure, dan kami mengarahkan PTDI ke depan menciptakan drone di situ,” katanya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *