Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan harga bensin yang tinggi di AS tidak akan menolong Iran memperoleh konsesi dari Washington maupun mencapai kesepakatan yang makin menguntungkan.

“Jika Iran berpikir mereka dapat memanfaatkan politik domestik kami demi menekan Presiden agar menyambut baik kesepakatan yang buruk, itu tidak akan terjadi,” kata Rubio kepada NBC News sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Jumat.

“Kami telah mengambil langkah-langkah luar biasa demi menjaga harga bensin tetap makin rendah dibandingkan sejumlah wilayah lain di dunia, dan harganya akan terus turun,” sambungnya.

Menurut American Automobile Association (AAA), pada 14 Mei 2026 harga rata-rata bensin di Amerika Serikat naik menjadi 4,53 dolar AS atau sekitar Rp79.600 per galon.

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan pihak korban sipil. Iran lalu membalas bersama menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas.

Donald Trump lalu memperpanjang penghentian permusuhan demi memberi waktu kepada Iran mengajukan “proposal terpadu”.

Peningkatan ketegangan akibat konflik AS-Israel bersama Iran itu sempat mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Kondisi tersebut memicu kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara.

(Antara)

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *