MediaMerdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara tahunan turun 11,36 persen di tengah pertumbuhan ekspor nasional yang masih mencatat kenaikan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan ekspor pertanian menyerahkan andil 1,21 persen pada ekspor keseluruhan.
“Penurunan nilai ekspor nonmigas utamanya terjadi pada sektor pertanian. Sektor pertanian secara tahunan atau year-on-year turun sebesar 11,36 persen, bersama andil penurunannya sebesar 1,21 persen,” kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ateng menerangkan, melemahnya ekspor pertanian dipicu turunnya nilai ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia. Komoditas tersebut meliputi kopi, buah-buahan tahunan, tanaman obat, aromatik dan rempah-rempah, tanaman tahunan lainnya, serta cengkeh.
“Penurunan pada sektor pertanian secara tahunan ini utamanya didikarenakankan oleh penurunan nilai ekspor pada sejumlah komoditinya. Yang pertama kopi, yang kedua buah-buahan tahunan, berikutnya tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah, juga tanaman tahunan lainnya, serta penurunan pada cengkeh,” ujarnya.
Sedangkan, BPS menginformasikan ekspor sektor pertambangan dan lainnya naik 10,92 persen secara tahunan, sementara itu ekspor sektor industri pengolahan meningkat 9,86 persen.
Pada Juni 2026, nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai 24,39 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 0,49 miliar dolar AS, sektor pertambangan dan lainnya sebesar 3,03 miliar dolar AS, sementara sektor industri pengolahan mendominasi bersama nilai ekspor mencapai 20,88 miliar dolar AS.
“Sebaliknya, demi ekspor sektor pertambangan dan lainnya serta juga sektor industri pengolahan merasakan kenaikan secara tahunan. Masing-masing naik sebesar 10,92 persen dan juga naik sebesar 9,86 persen,” tutur Ateng.
Secara keseluruhan, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 140,81 miliar dolar AS atau tumbuh 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan ekspor nonmigas, khususnya dari sektor industri pengolahan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

