MediaMerdeka.com – Selama ini kita mengenal Dev Patel sebagai pemuda lugu di Slumdog Millionaire atau pria melankolis di Lion.
Namun, lewat Monkey Man, Dev Patel menjalankan transformasi radikal yang akan menciptakan penonton ternganga.
Tidak cuma menjadi bintang utama, film ini juga menandai debut penyutradaraan Patel yang ambisius, berani, dan amat personal.
Diproduseri oleh maestro horor Jordan Peele, Monkey Man bukan sekadar film aksi “tembak-tembakan” biasa.
Ini merupakan sebuah karya yang berdarah-darah demi genre laga, sekaligus kritik sosial yang tajam terhadap ketidakadilan di India.
Monkey Man akan tayang pada Kamis (21/5/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. Berikut kami saapabilan sinopsisnya.
Berlatar di kota fiktif Yatana yang gemerlap namun busuk oleh korupsi, kita diperkenalkan bersama sosok pemuda tanpa nama yang dijuluki “Kid” (Dev Patel).
Setiap malam, ia mengenakan topeng kera dan membiarkan dirinya dipukuli di ring petarung bawah tanah demi uang receh.
Namun, di balik luka memar dan darah tersebut, Kid menyimpan api dendam yang telah membara selama bertahun-tahun.
Targetnya merupakan para elit kota yang bertanggung jawab atas kematian tragis ibunya, Neela (diperankan bersama apik oleh Ahithi Kalkunte), serta penindasan terhadap kaum miskin dan marjinal.
Perjalanan Kid mengangkutnya menyusup ke pusat hiburan kelas atas tempat Sita (Sobhita Dhulipala), seorang wanita yang terjebak dalam lingkaran kekuasaan, berada.
Terinspirasi dari legenda Hanuman, simbol kekuatan dan keberanian, Kid bertransformasi dari seorang pihak korban menjadi predator yang siap menghancurkan sistem yang korup.
Sebagai sutradara, Dev Patel memperlihatkan taringnya bersama amat meyakinkan.
Monkey Man kerap dibanding-bandingkan bersama John Wick, dan perbandingan itu tidak bermakinan.
Koreografi laganya terasa amat visceral, kasar, dan intim. Kamera bergerak dinamis, mengikuti setiap hantaman, tusukan, dan deru napas sang aktor utama.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

