MediaMerdeka.com – Nama Pablo Escobar barangkali telah berulang kali diangkat ke layar lebar maupun serial televisi.
Namun, film Loving Pablo yang dirilis pada 2017 menawarkan perspektif yang berbeda, sebuah sudut pandang intim yang jarang tersentuh, dari mata wanita yang sempat mencintainya.
Disutradarai oleh Fernando León de Aranoa, film ini bukan sekadar biopik kriminal biasa.
Loving Pablo merupakan sebuah potret tentang ambisi, kemewahan yang memabukkan, dan konsekuensi mengerikan dari mencintai salah satu pria teramat berbahaya di dunia.
Transformasi Luar Biasa Javier Bardem
Daya tarik utama film ini tak pelak ada pada penampilan Javier Bardem. Aktor peraih Oscar ini menjalankan transformasi fisik yang drastis demi memerankan “El Patron”.
Dengan perut buncit dan tatapan mata yang dingin namun karismatik, Bardem sukses menangkap dualitas Escobar: seorang ayah penyayang dan politikus populis di satu sisi, namun monster yang tak segan meledakkan pesawat di sisi lain.
Bardem tidak berupaya menciptakan Escobar terlihat keren. Sebaliknya, ia menampilkan sosok yang kasar, vulgar, dan penuh intimidasi.
Sudut Pandang Virginia Vallejo: Pesona yang Menjadi Bencana
Beradu akting bersama Bardem merupakan istri di dunia nyatanya, Penélope Cruz.
Ia memerankan Virginia Vallejo, seorang jurnalis televisi teramat terkenal di Kolombia pada era 80-an.
Film ini diadaptasi dari memoar terlaris Vallejo berjudul Loving Pablo, Hating Escobar.
Cruz bersama apik menggambarkan evolusi karakter Virginia, dari seorang sosialita yang terpikat oleh kekuasaan dan kekayaan Escobar, hingga menjadi wanita yang ketakutan dan diburu oleh musuh-musuh sang gembong serta kejaran agen DEA.
Kemistri antara Bardem dan Cruz di layar terasa amat organik, penuh ketegangan, dan emosional, menyerahkan nyawa pada narasi “cinta terlarang” ini.
Ketegangan yang Tak Berhenti
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

