Netizen Geram, Pria Viral ‘Joget Cuan’ Rp6 Juta/Hari Terlihat Lagi di Agenda Program MBG

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Nama Hendrik Irawan kembali menjadi perbincangan di media sosial, setelah kemunculannya dalam kegiatan pengumpulan 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihadiri kepala negara Prabowo Subianto.

Sosok pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu kembali disorot usai pengiat media sosial sekaligus tokoh Nadhatul Ulama (NU) Hilmi Firdausi, mengunggah potongan video yang memperlihatkan kehadirannya dalam kegiatan tersebut.

Tidak cuma hadir, Hendrik juga kembali menampilkan “Joget Cuan”-nya yang lincah dan penuh enerjik.

Melalui akun X miliknya, Hilmi mengaku terkejut menyaksikan Hendrik masih muncul dalam kegiatan yang berkaitan bersama program MBG.

Pasalnya, Hendrik semasih belumnya sempat menjadi sorotan publik akibat video “Joget Cuan” yang viral di media sosial.

“Saya kira orang ini telah benar-benar dikeluarkan dari program MBG, ternyata dia masih ada dan tetap bersama joget-jogetnya,” tulis Hilmi dalam unggahannya.

Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik dan menuai beragam komentar dari masyarakat sekitarnet.

Tidak sedikit yang mempertanyakan stasus keterlibatan Hendrik dalam program MBG setelah kontroversi yang sempat terjadi sejumlah waktu lalu.

“Bangga dan hepi ya manusia-manusia proyek ini,” kata seorang netizen.

“Kesannya joget gitu kayak nantangin masyarakat sekitar,” ujar netizen lain.

“Ini seluruh sandiwara, ada yang suruh mundur terus ditangkep. Tapi sapa yang tahu itu cuma skenario biar rakyat enggak ribut soal MBG,” komentar netizen lainnya.

Seperti diketahui, Hendrik Irawan semasih belumnya menjadi sorotan setelah video dirinya berjoget di area dapur SPPG viral di media sosial.

Dalam video tersebut, muncul narasi yang mengaitkan dirinya bersama angka Rp6 juta per hari yang disebut berkaitan bersama operasional program MBG.

Aksi tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan lantaran dinilai kurang tepat dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekitar, khususnya kalangan anak sekolah.

Polemik itu bahkan menciptakan Badan Gizi Nasional (BGN) menjalankan pembekuan sementara terhadap operasional dapur SPPG yang dikelola Hendrik Irawan di Kabupaten Bandung Barat demi menjalani proses evaluasi.

Kini, kemunculan Hendrik dalam agenda yang melibatkan ribuan penggerak MBG kembali memantik diskusi di media sosial.

Seuntukan netizen mempertanyakan hasil evaluasi yang sempat dilakukan, sementara seuntukan lainnya menilai kehadirannya memperlihatkan dirinya masih terlibat dalam ekosistem program tersebut.

Reporter/Penulis: Mekwih

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *