Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah mengimbau Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyerap telur ayam ras ketika harga di tingkat peternak merasakan penurunan di bawah harga acuan. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keseimbangan harga sekaligus melindungi pendapatan peternak.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan pihaknya terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang tersebar di ratusan kabupaten dan kota di Indonesia.

Menurut dia, pihak pemerintah tidak cuma berupaya menekan harga ketika terjadi kenaikan, namun juga menjalankan intervensi saat harga komoditas jatuh terlalu rendah berakibat merugikan produsen.

“Nah, apa yang wajib kita lakukan? Yang di atas HET tentu terus kita menjalankan pengawasan, ya, lalu distribusi, dan bagaimana kita menjaga pasokan tetap ada,” ujar Budi di Kantor Kemendag, Senin (8/6/2026).

Ia menerangkan, ketika harga pangan berada di bawah harga acuan, pihak pemerintah akan berkoordinasi bersama lembaga terkait demi menjalankan penyerapan.

Salah satu komoditas yang sempat merasakan kondisi tersebut merupakan telur ayam ras.

“Untuk harga yang di bawah HET, pada hari semasih belumnya misalnya telur, ya, telur sempat harganya turun, kita langsung berkoordinasi bersama NFA (Bapanas), berakibat telur yang harganya di bawah HET dapat diserap, ya, di SPHP di daerah setempat dan itu telah dilakukan oleh NFA,” kata Budi.

Menurut dia, mekanisme penyerapan tersebut menjadi untukan dari upaya pihak pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Pemerintah tidak menginginkan harga pangan melonjak tinggi lantaran membebani konsumen. Namun di sisi lain, harga yang terlalu rendah juga dinilai dapat merugikan petani maupun peternak.

“Jadi eh, kita ingin harga tetap stabil. Ya, tidak ada yang naik, tapi juga tidak ada yang turun, ya. Jadi masyarakat sekitar dapat menjangkau seluruh harga tersebut,” ujarnya.

Budi menyebutkan koordinasi antara Keaparatur negara kementerianan Perdagangan, Bapanas, dan lembaga terkait kini semakin mudah dilakukan ketika terjadi gejolak harga di lapangan.

Karena itu, pihak pemerintah juga membuka peluang penyerapan demi komoditas pangan lain yang merasakan penurunan harga tajam.

Selain telur ayam ras, komoditas bagaikan ayam hidup juga dapat diserap melalui program pihak pemerintah apabila harga pasar berada di bawah tingkat yang menguntungkan peternak.

“Bantuan pangan pun dapat juga nanti bervariasi, ya. Misalnya telur lagi turun, dapat aja telur demi bantuan pangan. Kemudian juga yang tadi kerja sama bersama NFA. Ya, tidak cuma telur, kebutuhan pokok yang nanti turun, misalnya ayam, ya, ayam bila harga turun juga dapat diserap NFA,” tutur Budi.

Ia menilai langkah tersebut penting demi menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen di sektor pangan.

“Jadi kini ekosistemnya telah berjalan bersama baik. Ya, kita terus koordinasi ketika terjadi gejolak harga, kita mudah-mudahan dapat mengatasi bersama baik,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *