Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Konflik yang masih berkecamuk di Timur Tengah masih belum mengguncang kinerja ekspor Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor barang dan jasa nasional tetap tumbuh positif hingga triwulan II-2026, menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidaktentuan global.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menyebutkan, ekspor barang dan jasa nonmigas Indonesia masih tumbuh 5,42% secara tahunan (year-on-year), meski tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih belum mereda.

“Kalau kita menyaksikan misalnya sampai pada saat ini perang di Timur Tengah masih berlangsung, kegiatan ekspor barang dan jasa nonmigas Indonesia tumbuh 5,42 persen year-on-year,” ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Edy, sejumlah komoditas unggulan Indonesia masih mencatatkan peningkatan baik dari sisi nilai maupun volume ekspor. Di antaranya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta kendaraan dan untukannya yang tetap menjadi penopang perdagangan luar negeri.

Tak cuma ekspor barang, sektor jasa juga memperlihatkan ketahanan. BPS mencatat ekspor jasa tumbuh 6,44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut terutama didorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Meski demikian, Edy mengakui gejolak geopolitik global tetap menimbulkan tekanan terhadap aktivitas ekonomi dunia. Namun, hingga pada saat ini BPS masih belum menyaksikan dampak yang signifikan terhadap perdagangan luar negeri Indonesia.

“Kalau dampaknya tentu ada, namun secara khusus kami dapat menyaksikan gambaran-gambaran itu dari data-data yang kami rilis sendiri,” katanya.

Ketahanan ekspor tersebut sejalan bersama performa ekonomi nasional. Semasih belumnya, BPS menginformasikan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, konsumsi pihak pemerintah, serta tetap kuatnya kinerja ekspor.

Data tersebut memperlihatkan bahwa di tengah meningkatnya risiko geopolitik global, fondasi perdagangan luar negeri Indonesia masih cukup solid dan mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *