Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

admin
By
admin
5 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebutkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi bank bersama pencapaian kinerja tertinggi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Hal ini disampaikan Maruarar Sirait usai menghadiri rapat persiapan penyerahan sertifikat gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sekaligus pelaksanaan Program KUR Perumahan BRI di Mojokerto. Rapat berlangsung di Gedung BRI 1, Lantai 13, Jakarta, Selasa (21/7/2026), bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Dalam kesempatan ini, Hery Gunardi memaparkan perkembangan penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi yang terdiri atas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KUR Perumahan.

“Dari data yang kami kumpulkan, apabila dilihat secara nasional target yang dibebankan kepada keaparatur negara kementerianan dan turunannya sekitar Rp95 triliun. Terdiri dari FLPP sebesar Rp45 triliun dan KUR Perumahan yang meningkat dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Dari keseluruhan target tersebut, BRI mengambil peran sebesar Rp62 triliun, yakni Rp10 triliun demi KPR subsidi atau FLPP dan Rp52 triliun demi KUR Perumahan. Untuk KUR Perumahan sendiri, dari target yang disampaikan kepada kami, pencapaian BRI telah hampir 89%,” jelas Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Hery Gunardi bahwa mengimbuhkan target penyaluran masih berpotensi meningkat setelah adanya arahan dari Menteri PKP.

“Untuk FLPP, dari target Rp10 triliun yang diberikan, BRI telah menyalurkan sekitar 32%. Secara keseluruhan, penyaluran FLPP dan KUR Perumahan telah mencapai Rp13,8 triliun atau sekitar 63% dari target. Saat ini masih bulan Juli berakibat kami optimistis hingga Desember nanti target tersebut dapat tercapai bahkan melampaui 100%,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi capaian BRI dalam menjalankan Program KUR Perumahan.

“Dalam seminggu ini kami membahas soal KUR dua kali bersama Presiden. Yang pertama di Hambalang pekan lalu, yang kedua pada hari semasih belumnya juga dilaporkan dalam taklimat oleh Menko soal KUR. Capaiannya yang teramat tinggi dari seluruh KUR merupakan KUR Perumahan. Dan KUR Perumahan yang teramat tinggi itu merupakan dari pencapaian kinerja Bank BRI,” kata Maruarar Sirait.

Ia juga menyoroti tingginya serapan program ini. Menurutnya, dalam kegiatan sosialisasi di Bandung pekan lalu, realisasi pembiayaan yang tercapai mencapai makin dari Rp400 miliar cuma dalam satu kali kegiatan.

“Dicanangkan bersama Wali Kota Bandung, demi bulan depan target dipasang Rp1 triliun dalam satu kali sosialisasi. Jadi, saya amat berterima kasih kepada Pak Dirut BRI (Hery Gunardi) atas keseriusannya,” ujar Maruarar Sirait.

Menteri PKP juga membeberkan hasil rapat persiapan kegiatan yang akan digelar pada 30 Juli 2026 di Batang, Jawa Tengah.

“Kami tadi mempersiapkan demi acara 30 Juli di Batang, Jawa Tengah. Berharap agar Presiden hadir demi dua acara yang merupakan program prioritas. Pertama merupakan akad 62 ribu rumah subsidi yang dilaksanakan di Batang, Jawa Tengah. Nanti di makin dari 100 titik akan dilakukan akad secara bersamaan. Kedua merupakan agenda KUR Perumahan. Rencananya, ada angka yang nanti akan disampaikan Dirut BRI pada waktunya, suatu lompatan luar biasa. Jadi ada dua agenda yang dijadikan satu event,” jelas Maruarar Sirait.

Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah dua kali menghadiri agenda Keaparatur negara kementerianan PKP pada tahun lalu, yakni demi akad 26 ribu rumah subsidi di Bogor pada September dan 50 ribu rumah subsidi di Serang, Banten, pada Desember.

“Dan nanti Desember pada tahun ini kami siapkan di Jawa Timur demi 71 ribu rumah. Ini membuktikan kolaborasi ekosistem yang luar biasa, mengawali dari perbankan, developer, Tapera, SMF (PT Sarana Multigriya Finansial), pihak pemerintah daerah, Kemendagri, BPS (Badan Pusat Statistik), ATR/BPN, hingga seluruh pihak yang bekerja sama menjalankan Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo. Sekali lagi terima kasih atas kinerja luar biasa BRI dalam mendukung program tersebut,” tutur Maruarar Sirait.

Di sisi lain, Hery Gunardi menegaskan BRI siap memenuhi target penyaluran KUR Perumahan hingga akhir tahun.

“KUR Perumahan merupakan program bersubsidi. Jadi pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah cuma 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan. Karena itu cicilannya masih amat terjangkau. Hal tersebut menciptakan masyarakat sekitar antusias. Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun,” tukas Hery Gunardi.

Ia mengimbuhkan BRI memiliki rekam jejak yang baik dalam memenuhi target pihak pemerintah.

“Realisasi penyaluran dari BRI sampai akhir 2026, teramat tidak bila BRI diberi target kami akan mencapai target tersebut. Misalnya diberi target Rp10 triliun, selama ini senantiasa terpenuhi. Tahun lalu target BRI tercapai 100%,” pungkas Hery Gunardi. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *