Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Perdagangan (Kemendag) menilai produk kreatif yang memakai bahan baku lokal berpotensi memperoleh keuntungan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Produk bersama kandungan lokal tinggi dinilai memiliki peluang makin besar demi bersaing di pasar ekspor.

Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Keaparatur negara kementerianan Perdagangan Ari Satria menyebutkan secara teori pelemahan rupiah dapat menciptakan harga produk Indonesia menjadi makin kompetitif di pasar internasional.

“Secara teoritis kan memang bersama pelemahan rupiah sewajibnya harga barang kita itu menjadi makin bersaing,” kata Ari di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, dampak dari pelemahan nilai tukar tersebut memang masih belum dapat langsung terlihat dalam waktu singkat. Sebab, proses ekspor umumnya membutuhkan waktu tertentu hingga dampaknya dapat dirasakan tersangka usaha.

“Tapi pelemahan rupiah ini kan baru seminggu ini lah ya, dampaknya kan masih belum terlihat. Mungkin bila teman-teman menjalankan kegiatan ekspor kan barangkali dua bulan atau tiga bulan ke depan baru dapat terlihat dampaknya,” ujarnya.

Ari menerangkan peluang tersebut makin besar dirasakan tersangka usaha yang memakai bahan baku lokal dibanding produk yang bergantung pada bahan baku impor.

Menurut dia, penggunaan bahan baku impor berpotensi menambah beban biaya ketika nilai tukar rupiah melemah.

“Kalau ini kan produk yang bahan bakunya 100 persen lokal. Kecuali bila misalnya demi produk-produk yang berbahan baku impor, ini barangkali akan sulit juga demi meningkatkan lantaran kenaikan harganya akan terkompensasi bersama kenaikan harga bahan baku impor,” katanya.

Ia menilai produk kreatif bagaikan tenun dan kerajinan lokal memiliki peluang makin besar lantaran seuntukan besar memakai bahan baku dalam negeri.

“Kalau ini kan 100 persen lokal ya, jadi sewajibnya dapat makin bersaing lagi ke depannya,” ucap Ari.

Kemendag mengaku hingga pada saat ini masih belum menyambut baik laporan atau keluhan dari tersangka industri kreatif terkait dampak pelemahan rupiah.

“Sejauh ini masih belum, lantaran ini kan baru seminggu dua minggu terakhir ini kan naiknya drastis ya, jadi kita masih belum menyaksikan dampaknya secara rutin ke depan,” pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *