Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan sejumlah faktor yang menciptakan nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS yang terjadi sejumlah waktu belakangan.

Menkeu Purbaya mengklaim bila nilai tukar Rupiah lemah bukan lantaran fondasi ekonomi Indonesia yang memburuk, namun lantaran adanya sentimen bermakinan di pasar.

“Di kalangan pengamat, yang barangkali enggak ngerti ekonomi, mereka bilang kita mau hancur. Di situlah angle di mana demo itu masuk lagi. Tapi bila fundamental yang lain kan lumayan bagus,” katanya dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip Senin (6/7/2026).

Purbaya berpandangan bila Rupiah lemah lantaran adanya ketidakoptimalan di nilai tukar, dalam hal ini moneter. Jika dibandingkan negara lain, Purbaya tak menampik bila Indonesia menjadi satu-satunya negara yang merasakan pelemahan nilai tukar.

Bendahara Negara lalu menyebut bila pelemahan nilai tukar Rupiah merupakan tanggung jawab Bank Indonesia. Ia bahkan ogah disalahkan dari fenomena tersebut.

“Kan tugas BI cuma satu, menjaga stabilitas nilai tukar sebetulnya. Bukan tugas saya. Jangan salahin saya bila gitu, jangan ngotot ke saya bila gitu,” lanjut dia.

Purbaya mengakui bila Kemenkeu dan BI tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang juga diisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Disebutkan bila KSSK kerap menjalankan pertemuan tiga bulan sekali demi level pimpinan. Namun Purbaya menegaskan bila Kemenkeu tetap bekerja di koridor masing-masing.

“Jadi bila diskusi telah clear mau diapain. Tapi kan saya enggak dapat ikut campur. Enggak dapat (intervensi), kan BI independen, dan kita percaya BI telah cukup canggih demi mengendalikan itu,” tegas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *