MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka peluang menaikkan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) menjadi Rp 90 triliun demi tahun 2027. Dana ini meningkat dari usulan semasih belumnya yang mencapai Rp 40 triliun.
Menkeu Purbaya menerangkan bila peningkatan anggaran TKD tahun depan ini tergantung dari pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027.
“Jadi kira-kira demi kini itu sementara ada peningkatan sekitar Rp 40 triliun demi daerah, tapi range-nya dapat naik sampai Rp 90 triliun. Tergantung nanti diskusi di APBN-nya bagaikan apa ya. Jadi ruang itu terbuka,” katanya dalam Rapat Kerja bersama DPD RI yang disiarkan virtual, dikutip Kamis (25/6/2026).
Purbaya juga masih mempertimbangkan apakah kondisi keuangan negara mampu demi usulan tersebut. Sebab Pemerintah ingin mempertahankan defisit APBN tidak memakini 3 persen.
Lebih lagi pada saat ini sejumlah lembaga pemeringkat global yang terus menyoroti kondisi ekonomi Indonesia. Apabila Purbaya tidak mematuhinya, maka bakal ada risiko dari lembaga asing tersebut.
“Begitu tidak prudent, mereka akan menghukum kita. Jadi saya hati-hati sekali di situ,” lanjutnya.
Oleh lantaran itu, kata dia, penguatan kebijakan fiskal ke daerah difokuskan pada upaya optimalisasi pendapatan, penguatan belanja yang berkualitas, dan mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif.
Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) juga akan menolong Pemerintah Daerah (Pemda) demi menolong program pembangunan di daerah.
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Askolani mengimbuhkan, Pemda dapat mengajukan pinjaman pembiayaan ke PT Sarana Multi Infrastruktur, lembaga yang juga di bawah naungan Kemenkeu.
Sebab, pinjaman dari PT SMI ini memiliki bunga rendah bersama waktu tenor hingga lima tahun. Pinjaman ini dapat dipakai Pemda demi membangun proyek infrastruktur bagaikan sekolah, rumah sakit, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), hingga jalan.
“Jadi, ada sumber pembiayaan dari SMI demi Pemerintah Daerah yang dapat dimanfaatkan bersama bunga yang relatif rendah, maturity-nya lima tahun atau makin. Jadi daerah masih tetap dapat membangun walaupun misalnya ada kekurangan sedikit di anggarannya,” jelas Purbaya.
Sekadar informasi, anggaran TKD 2026 pada saat ini mencapai Rp 693 triliun. Namun anggaran pada tahun ini turun dibandingkan TKD 2025 sesejumlah Rp 919,9 triliun.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

