MediaMerdeka.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merasakan tekanan hebat pada perdagangan paruh pertama pada hari ini, Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan data yang dirilis oleh BNI Sekuritas, IHSG ditutup anjlok signifikan sebesar 1,62% atau merosot 99,13 poin ke level 6.002,20 pada akhir sesi I.
Sepanjang paruh pertama, indeks komposit bergerak amat volatil bersama dibuka pada level 6.128,27. IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.171,38 semasih belum akhirnya merosot tajam hingga sempat menyentuh titik terendah di level 5.993,39, nyaris menjebol pertahanan psikologis 6.000.
Kondisi serupa juga menimpa indeks saham-saham likuid berkapitalisasi besar, LQ45, yang terkoreksi sebesar 1,45% atau turun 8,67 poin ke posisi 589,76.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp6,74 triliun, yang terdiri dari pasar reguler senilai Rp6,43 triliun dan pasar negosiasi sebesar Rp311,77 miliar. Adapun total volume saham yang diperdagangkan mencapai 12,23 miliar lembar saham.
Koreksi masif di pasar ekuitas domestik ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, di mana mata uang USD-IDR kini bertengger di level Rp17.950. Sementara itu, dari pasar komoditas global, harga minyak mentah Brent tercatat berada di harga US$76,35 per barel.
Berdasarkan tinjauan penggerak sektor (Market Movers by Sector), sektor teknologi (IDXTECH) menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan dan memimpin penguatan (leading sector) bersama naik tipis 0,25% ke level 6.521,28.
Beberapa saham di sektor ini yang menjadi motor penggerak antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang melesat 4,59% ke level Rp570 dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang melonjak 6,19% ke harga Rp103.
Di sektor transportasi (IDXTRANS) dan industri (IDXINDUS), meski secara sektoral ditutup melemah masing-masing 1,00% dan 0,57%, sejumlah saham di dalamnya masih mampu bergerak positif. Di sektor transportasi, saham SMDR naik 1,37% dan TMAS menguat 0,88%. Sedangkan di sektor industri, raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) menguat tipis 0,43% ke level Rp4.700.
Sebaliknya, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar justru bertindak sebagai penekan utama pergerakan indeks (lagging movers) setelah ramai ditransaksikan bersama kecenderungan melemah. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 2,43% ke level Rp4,020, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melemah 1,72% ke level Rp2.860, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi tipis 0,41% ke harga Rp6.100.
Daftar Saham Penggerak Pasar Sesi I
Berikut merupakan rincian saham-saham yang mencatatkan aktivitas menonjol pada perdagangan sesi pertama pada hari ini:
Top Value (Nilai Transaksi Tertinggi)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) @ Rp1.960 (-4,39%)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) @ Rp4.020 (-2,43%)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) @ Rp2.860 (-1,72%)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) @ Rp6.100 (-0,41%)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) @ Rp805 (-3,01%)
Top Gainers (Persentase Kenaikan Tertinggi)
PT Pratama Widya Tbk (PTPW) @ Rp1.510 (+24,79%)
PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BHAT) @ Rp1.635 (+23,86%)
PT Mugi Rekso Abadi Tbk (EMDE) @ Rp78 (+21,88%)
PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (BOGA) @ Rp1.710 (+20,00%)
PT Nusantara Almazia Tbk (CITY) @ Rp182 (+14,47%)
Top Losers (Persentase Penurunan Terdalam)
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CBPE) @ Rp274 (-12,74%)
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) @ Rp4.760 (-12,66%)
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) @ Rp1.290 (-12,54%)
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) @ Rp575 (-10,16%)
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) @ Rp1.120 (-10,04%)
Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan rilis data resmi Sesi I BNI Sekuritas. Investasi saham mengandung risiko. Pembaca diharapkan menjalankan analisis mandiri semasih belum mengambil keputusan investasi.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

