MediaMerdeka.com – Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sepakat memangkas anggaran subsidi energi di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadi Rp 261,5 triliun.
Dalam usulan semasih belumnya, anggaran yang mencakup subsidi BBM maupun LPG itu mulanya Rp 272,95 triliun. Dengan demikian anggaran subsidi energi tahun depan dipotong Rp 11,44 triliun.
“Alokasi subsidi energi sebesar Rp 261.502,2 miliar, makin rendah Rp 11.443,2 miliar dari usulan RAPBN 2027, sebesar Rp 272.945,3 miliar,” kata Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Minggu (27/9/2026).
Terkait rincian, anggaran subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg mencapai Rp 131,3 triliun yang mencakup subsidi jenis BBM tertentu Rp 28,38 triliun dan subsidi LPG tabung 3 kilogram Rp 103,05 triliun.
Kemudian ada subsidi listrik sebesar Rp 130,1 triliun yang terdiri atas subsidi tahun berjalan Rp 117,8 triliun dan kurang bayar tahun 2025 Rp 12,2 triliun.
Dalam paparan yang ditampilkan, penurunan subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg terjadi lantaran penurunan volume LPG Tabung 3 kg dan Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) solar.
Sementara itu, volume BBM dan LPG masing-masing dialokasikan sebesar 19.561,0 ribu KL dan 8.000,0 ribu MT. Adapun subsidi tetap minyak solar solar ditetapkan Rp 1.000 per liter.
Pembahasan tersebut juga menyepakati soal asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2027. Berikut rinciannya:
Di sisi lain postur RAPBN 2027 juga berubah dari pembahasan tersebut. Berikut rinciannya:
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

