MediaMerdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nikel beserta barang daripadanya dan bahan bakar mineral atau batu bara menjadi penggerak pertumbuhan ekspor nonmigas secara tahunan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan lonjakan ekspor nonmigas terutama berasal dari kenaikan nilai ekspor nikel dan bahan bakar mineral.
“Kenaikan nilai ekspor Juni 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas, yakni pada sejumlah komoditas. Pertama, bahan bakar mineral atau HS 27, nilainya naik 49,67 persen. Demikian juga demi volumenya, naik 15,34 persen,” kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).
“Yang kedua, nikel dan barang daripadanya, atau HS 75, nilainya naik 69,30 persen. Sedangkan volumenya justru merasakan penurunan sebesar 12,14 persen,” lanjutnya mengimbuhkan.
BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai 25,46 miliar dolar AS atau naik 8,84 persen dibandingkan Juni 2025. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas tumbuh 9,46 persen menjadi 24,39 miliar dolar AS, sementara itu ekspor migas turun 3,78 persen menjadi 1,07 miliar dolar AS.
Selain nikel dan bahan bakar mineral, komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15), termasuk produk sawit, juga mencatat kenaikan nilai ekspor sebesar 10,45 persen secara tahunan. Namun, volume ekspornya turun 7,09 persen.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, nikel, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta bahan bakar mineral masih menjadi tiga komoditas utama yang menopang pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia.
“Peningkatan ekspor nonmigas tersebut terutama pada nikel dan barang daripadanya, atau HS 75; lemak dan minyak hewan atau nabati, HS 15; dan juga bahan bakar mineral, atau HS 27,” ungkap Ateng.
BPS juga mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai 140,81 miliar dolar AS atau tumbuh 4,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang kenaikan ekspor nonmigas sebesar 4,90 persen menjadi 134,58 miliar dolar AS, sementara ekspor migas turun 10,19 persen.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

