Riset UI Ungkap Fakta Pahit, Rokok Jadi Penghambat Utama Program MBG

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Penelitian terbaru dari Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia mengungkap mayoritas anak penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari rumah tangga perokok.

Temuan ini dinilai dapat menghambat pencapaian tujuan utama MBG dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak.

Ketua PKJS UI, Aryana Satrya, menyebutkan tingginya konsumsi rokok dalam rumah tangga berpotensi mengurangi efektivitas program unggulan pihak pemerintah tersebut.

“Kami perkirakan akan mencederai tujuan program MBG lantaran tujuan utamanya berisiko tidak tercapai optimal,” kata Aryana dalam diseminasi hasil riset “Perilaku Merokok dalam Rumah Tangga Anak Penerima Program Makan Bergizi Gratis”, Kamis (4/6/2026).

Menurut Aryana, rokok tidak cuma berdampak pada kesehatan perokok, namun juga mengurangi kemampuan keluarga menyediakan makanan bergizi untuk anak.

“Konsumsi rokok pada keluarga itu dapat menurunkan kecukupan gizi dan kesehatan anak dan mengurangi kemampuan keluarga demi membeli makanan bergizi,” ujarnya.

Penelitian dilakukan terhadap 512 rumah tangga di Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Jakarta Timur, dan Kabupaten Tangerang. Wilayah tersebut dipilih lantaran mewakili daerah urban dan rural bersama prevalensi merokok yang relatif tinggi.

Peneliti PKJS UI, Santoso, membeberkan sekitar tujuh dari sepuluh rumah tangga penerima MBG memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang merokok.

“Mayoritas kalangan anak yang menyambut baik MBG itu berasal dari keluarga yang merokok. Tujuh dari 10 rumah tangga tersebut memiliki setidaknya satu perokok di dalam rumah tangganya,” kata Santoso.

Tak cuma itu, riset juga menemukan indikasi adanya anak yang telah mengawali merokok di lingkungan keluarga penerima MBG.

Ada seuntukan kecil, satu dari 10 itu ada anaknya yang ikut merokok,” ujarnya.

Anak dari Keluarga Perokok Lebih Banyak Underweight

Penelitian juga menemukan kondisi gizi anak di keluarga perokok cenderung makin buruk dibanding keluarga non-perokok.

Santoso menerangkan kalangan anak dari keluarga perokok makin sejumlah ditemukan dalam kondisi berat badan kurang atau underweight.

“Ditemukan makin sejumlah yang underweight itu di keluarga yang perokok dibandingkan bersama keluarga yang non-perokok,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *