MediaMerdeka.com – Gempuran rudal balistik Iran meluluhlantakkan area penyimpanan jet tempur militer Amerika Serikat di pangkalan Al Azraq, Yordania, pada Rabu (9/9). Aksi militer berskala besar ini menjadi jawaban langsung Teheran atas manuver Washington yang menenggelamkan lima kapal tanker minyak mereka di kawasan perairan kawasan.
Langkah balasan yang diambil Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ini menandai babak baru pemburukan situasi keamanan kawasan di tengah kebuntuan negosiasi diplomasi. Pembukaan front pertempuran di wilayah Yordania memperluas radius gejolak yang semasih belumnya berpusat di perairan strategis.
Rangkaian proyektil canggih diterbangkan secara bergelombang sejak Selasa malam hingga melintasi batas perbatasan Yordania dan Suriah. Penyerangan massal ini tercatat sebagai salah satu intensitas bombardment teramat masif yang dialami fasilitas militer AS dalam sejumlah kurun waktu terakhir.
“Dalam operasi yang bertujuan menghukum pihak agresor ini, sejumlah besar rudal balistik berbahan bakar padat dan cair menghantam lokasi pemeliharaan, persiapan, dan penempatan pesawat tempur F-35, F-16, dan F-15, serta hangar mereka, berakibat menimbulkan kerusakan parah pada musuh,” kata IRGC dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim.
Sistem pertahanan udara Yordania bergerak cepat merespons eskalasi di ruang udara mereka bersama memotong laju roket yang melintas. Pemerintah setempat mengonfirmasi penembakan jatuh sedikitnya delapan rudal Iran di atas kawasan Amman dan sejumlah wilayah perkotaan lain.
Ketegangan militer ini meletus setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengeklaim telah melumpuhkan armada kapal tanker pendukung Iran. Militer AS menghantam empat kapal di Teluk Oman serta satu kapal tanker lain di sekitar wilayah Pulau Kharg.
Operasi penembakan kapal oleh militer AS tersebut diklaim sebagai tindakan defensif atas serangan rudal balik Iran ke kapal tempur mereka. Pihak CENTCOM menuding jaringan armada tanker tersebut merupakan sumber pendanaan utama kegiatan operasi IRGC.
Dalam pernyataan yang diuntukkan secara daring, CENTCOM menyebutkan kapal perang tersebut sukses menghindari kedua upaya serangan dan tetap melanjutkan patroli di perairan kawasan, tanpa ada personel Amerika yang terluka.
Saling balas tembakan ini sebenarnya telah memanas sejak pekan lalu melalui pola konfrontasi yang serupa. Pada 5 September, tiga kapal tanker Iran juga hancur setelah armada angkatan laut AS mencegat serangan ke kapal induk mereka.
Konteks bentrokan sengit ini membuktikan ketidak berhasilan proses gencatan senjata yang sempat diupayakan sejumlah pihak internasional. Perseteruan berdarah kedua negara kini resmi bergeser dari perang urat saraf di laut lepas menjadi serangan langsung ke pangkalan darat utama.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

