Sempat Viral Karena Dicurangi Juri, Josepha SMAN 1 Pontianak Kini Dilirik MPR RI Jadi Duta LCC

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – MPR RI merespons cepat aspirasi publik terkait insiden yang menimpa Josepha Alexandra, siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang viral lantaran diduga menjadi pihak korban ketidakadilan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Pimpinan MPR berencana menawarkan peran sebagai “Duta LCC” kepada Josepha.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Abcandra membeberkan bahwa tim dari MPR RI akan dalam waktu dekat bertolak ke Kalimantan Barat demi menemui Josepha secara langsung guna menyampaikan tawaran tersebut.

“Besok pimpinan Badan Sosialisasi bersama Kesekjenan akan terbang ke Pontianak dan mudah-mudahan juga Adik Josepha, lantaran ini salah satu aspirasi dari teman-teman juga menginginkan agar Adik Josepha dapat menjadi duta LCC,” ujar Abcandra.

Menurutnya, rencana ini merupakan bentuk akomodasi terhadap saran dan aspirasi masyarakat sekitar yang merasa simpati atas perjuangan Josepha di ajang LCC tersebut. Tawaran ini akan disampaikan secara resmi oleh pihak kesekjenan.

“Jadi esok hari dari kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut, mudah-mudahan dapat diterima,” tambahnya.

Kendati begitu, Abcandra mengklarifikasi bahwa kedatangan tim MPR ke Pontianak esok hari bukan demi menjalankan prosesi penobatan secara langsung, melainkan demi mengimbau kesediaan siswi berprestasi tersebut.

“Bukan penobatan, tapi akan kita sampaikan apakah yang bersangkutan berkenan. Kemudian, ya, lalu juga sejumlah hal yang tadi telah disampaikan,” jelas Abcandra saat ditanya mengenai agenda di Pontianak esok hari.

Semasih belumnya, nama Josepha Alexandra menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah potongan video Final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar memperlihatkan adanya ketidakadilan dalam penilaian juri.

Banyak pihak menilai Josepha telah menyerahkan jawaban yang benar, namun dianulir oleh dewan juri, yang lalu memicu gelombang dukungan luas untuk siswi tersebut agar memperoleh keadilan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *