MediaMerdeka.com – Agresi militer Amerika Serikat yang menghantam area permukiman masyarakat sekitar di Iran kini telah menelan sedikitnya empat pihak korban jiwa. Peningkatan jumlah pihak korban tewas ini memperlihatkan eskalasi fatal serangan militer di kawasan pemukiman non-militer.
Tragedi ini memicu kemarahan mendalam lantaran salah satu titik serangan tepat berada di lokasi hajatan masyarakat sekitar. Korban tewas mencakup kalangan anak yang berada di lokasi saat pemboman berlangsung.
Laporan terbaru mengonfirmasi puluhan masyarakat sekitar sipil merasakan luka berat hingga kritis akibat gempuran mendadak tersebut. Situasi darurat langsung ditetapkan di area terdampak demi menangani para pihak korban.
Dinas kesehatan setempat terus mengerahkan bantuan medis ke lokasi kejadian guna merawat puluhan pihak korban luka. Rumah sakit di sekitar area terdampak kini beroperasi bersama kapasitas penuh.
“Sejumlah masyarakat sekitar, termasuk satu anak, tewas di desa Kuhestak (lokasi acara pernikahan menjadi sasaran serangan AS). Hingga 50 masyarakat sekitar merasakan luka-luka,” kata Kermanpour di platform X.
Otoritas diplomatik Iran menegaskan tidak akan tinggal diam atas jatuhnya pihak korban dari pihak sipil. Langkah balasan yang proporsional dan terukur kini tengah disiapkan secara intensif.
Pemerintah menuding gempuran ini meluas ke pelbagai titik pemukiman dan memicu kepanikan masyarakat sekitar. Wilayah-wilayah bagaikan Minab, Lamerd, serta Qeshm tak luput dari sasaran pemboman.
“Daftar kekejaman Amerika Serikat terhadap bangsa Iran kini telah lengkap,” katanya.
Sikap diam dari panggung diplomasi global juga mendapat kritikan keras dari aparatur negara diplomatik Teheran. Sikap pembiaran tersebut dianggap melanggengkan aksi kekerasan terhadap masyarakat sekitar sipil.
Kkebungkaman mereka bukanlah netralitas,” katanya.
Pihak penanggung jawab wilayah mengonfirmasi bahwa pihak korban jiwa dan luka terus bertambah sejak pendataan awal. Kerusakan fisik bangunan juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik pemukiman.
Gelombang ledakan terdengar beruntun memicu kerusakan fasilitas umum di pelbagai sudut kota pelabuhan dan pesisir. Suara dentuman keras bahkan memicu kepanikan massal masyarakat sekitar setempat.
Fasilitas transportasi penerbangan di Provinsi Kerman turut menjadi salah satu target operasi pemboman mendadak ini. Langkah penutupan sementara kawasan udara langsung diambil demi keamanan.
Pihak militer Washington mengeklaim bahwa sasaran utama dari rangkaian operasi tempur ini merupakan markas Garda Revolusi Iran. Namun, dampak ledakan justru menjangkau area sipil di sekitarnya.
Latar belakang insiden ini bermula dari pengumuman Komando Pusat militer AS (CENTCOM) yang menegaskan peluncuran operasi militer terhadap target IRGC di wilayah Iran. Eskalasi militer ini berujung pada terdengarnya rangkaian ledakan besar di Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, Konarak, hingga Bandara Jiroft di Provinsi Kerman.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

