Setelah Medsos, Teknologi AI Kini Jadi Tantangan Baru Industri Pers RI

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) kini menjadi tantangan baru demi industri pers Indonesia.

Pemimpin Redaksi MediaMerdeka.com Suwarjono bercerita bila industri pers pada saat ini terus menyikapi tantangan. 

Mulai dari perubahan transformasi media cetak ke online, peralihan tulisan ke video, media sosial, hingga teknologi AI.

“Mungkin bila yang generasi saya, kita masih merasakan media dari model yang teramat lama ya, dari cetak, lalu ke multimedia atau video, lalu baru belakangan ke website, belakangan lagi ke sosial media, dan belakangan lagi ke AI. Perubahan dari tahap demi tahap ini ternyata amat cepat,” ujar Suwarjono dalam Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Konsekuensi dari kecepatan tersebut mengwajibkan pola manajerial dan alur kerja di ruang redaksi keluar dari kebiasaan konvensional demi menekan beban operasional, sekaligus mengamankan relevansi bisnis di pasar. 

Pendekatan adaptasi yang linier dan bertahap dinilai Suwarjono telah usang demi mengejar disrupsi tersebut.

“Ini yang menciptakan kita juga berubahnya tidak lagi model gradual, tapi lompat, melompat terus perjalanan perubahan. Tidak sekadar bagaimana konten kita wajib sampai kepada publik, kepada audiens, kepada pembaca. Tapi juga bagaimana kita wajib menjalankan perubahan, transformasi yang barangkali wajib luar biasa, yang wajib telah out of the box,” paparnya.

Ia menerangkan, restrukturisasi sumber daya dan efisiensi operasional ini amat erat kaitannya bersama perubahan orientasi distribusi produk jurnalistik. 

Menurutnya, korporasi pers pada saat ini dituntut demi tidak sekadar membakar modal guna berlomba memproduksi volume berita secepat barangkali, melainkan memformulasikan konten presisi yang memiliki nilai tambah dibandingkan agregasi dari platform digital.

“Kita berebut engagement, berebut pembaca bersama sosial media yang amat cepat memberitakan breaking news dari lokasi tertentu yang bahkan kita tidak ada di sana. Yang menciptakan media tidak lagi modelnya kita cepat-cepatan lagi ya, tapi bagaimana kita menciptakan konten yang relevan bersama audiens kita,” tegas Suwarjono.

Untuk itu MediaMerdeka.com bersama International Media Support (IMS) menginisiasi Local Media Community, wadah untuk media lokal dan media segmentasi khusus demi berjejaring, beruntuk pengetahuan hingga program demi mendorong media digital tumbuh, berkembang dan berkelanjutan.

“Nah ini yang saya kira juga menjadi hal yang baru lagi di pelatihan training, coaching ke depan merupakan bagaimana sistem di media atau keberlanjutan media lokal, niche media, sampai creator konten demi news itu dapat ke depan jauh makin berkembang,” jelas Suwarjono.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *