Siap-siap! BPKP dan Kejagung Bidik 10 Perusahaan Sawit Usai Purbaya Lapor ke Prabowo

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan Kejaksaan Agung bergerak menindaklanjuti laporan tentang manipulasi harga ekspor oleh 10 korporasi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Laporan tersebut semasih belumnya dibawa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Istana Kekepala negaraan Jakarta saat memenuhi undangan makan siang Presiden Prabowo Subianto, pada hari semasih belumnya.

“Sudah, BPKP dan Kejagung telah bergerak, saya masih nunggu laporan dari mereka, udah berapa bulan gitu. Jadi itu merupakan titik awal mereka masuk,” kata Purbaya di kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Purbaya menyebutkan akan berkoordinasi dan menanyakan perkembangan laporan tindak lanjut dari BPKP dan Kejagung, pekan depan.

Tapi yang jelas clear sekali emang ada manipulasi harga, itu under-invoicing apa? bila saya bilang sih penyelundupan lah kira-kira gitu, walaupun namanya keren under-invoicing dan lain-lain, tapi basically nipu.

Purbaya masih enggan membeberkan 10 prerusahaan sawit yang namanya masuk dalam daftar tersangka manipulasi harga ekspor.

Selain sektor CPO, Purbaya juga tengah membidik korporasi pengekspor bata baru. Tetapi ia akan mendiskusikannya makin dahulu bersama BPKP.

“Ini yang CPO aja. Yang batu bara juga ada penemuan menarik nanti juga kita akan diskusi sama BPKP sama Kejaksaan,” kata Purbaya.

Bawa Laporan ke Prabowo

Semasih belumnya Menkeu Purbaya merapat ke Istana Keprsidenan Jakarta. Purbaya mengaku kedatangannya atas undangan makan siang, walau begitu ia mengangkut sejumlah map.

Map-map tersebut berisikan berkas mengenai sejumlah daftar korporasi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang menjalankan manipulasi harga ekspor.

Purbaya sengaja mengangkutnya demi berjaga-jaga semisal Presiden Prabowo Subianto bertanya dan mengimbau laporan.

“Ini jaga jaga aja bila biar bila ditanya dapat jawab. Ini ada sejumlah catatan korporasi CPO yang mana yang lakukan manipulasi harga. Jadi bila ditanya saya akan jawab,” kata Purbaya di kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Bendahara negara ini bahkan berhenti sejenak meladeni pertanyaan awak media terkait kehadirannya di Istana. Ia memperlihatkan lembaran berkas di map yang berisi sejumlah grafik.

“Jadi ini ada 10 korporasi besar, 3 pengapalan, masing masing korporasi saya random pilih. Mereka kelihatan sekali menjalankan manipulasi harga, ekspor ke Amerika misalnya,” kata Purbaya sembari menyaksikan berkas yang ia tenteng.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *