MediaMerdeka.com – Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen istimewa untuk umat Islam di seluruh dunia. Selain identik bersama ibadah kurban, Idul Adha juga diawali bersama pelaksanaan sholat Id yang dilakukan secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka.
Sholat Idul Adha memiliki tata cara yang berbeda dibandingkan sholat wajib sehari-hari. Salah satu ciri khasnya merupakan adanya tambahan takbir pada rakaat pertama dan kedua yang menjadi sunnah dalam pelaksanaannya.
Bagi seuntukan umat Islam, terutama kalangan anak atau mereka yang baru belajar, memahami tata cara sholat Idul Adha menjadi hal penting agar ibadah dapat dilakukan bersama benar dan khusyuk. Karena itu, mengetahui niat, urutan pelaksanaan, hingga hukumnya perlu dipahami semasih belum Hari Raya tiba.
Niat Sholat Idul Adha
Dalam melaksanakan sholat Idul Adha, niat menjadi untukan penting yang dilakukan di dalam hati semasih belum sholat dimengawali. Berikut bacaan niat sholat Idul Adha demi imam dan makmum.
Niat Sholat Idul Adha sebagai Makmum
“Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala”
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum lantaran Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Idul Adha sebagai Imam
“Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala”
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam lantaran Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha dilaksanakan sesejumlah dua rakaat secara berjamaah. Dalam pelaksanaannya terdapat tambahan takbir pada setiap rakaat yang menjadi pembeda bersama sholat lainnya.
Rakaat Pertama
- Membaca niat di dalam hati.
- Melakukan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca takbir sesejumlah tujuh kali di luar takbiratul ihram.
- Di sela-sela takbir disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat pendek, disunnahkan membaca surat Al-A’la.
- Melanjutkan gerakan ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua bagaikan biasa.
Rakaat Kedua
- Berdiri kembali demi rakaat kedua.
- Membaca takbir sesejumlah lima kali.
- Di antara takbir disunnahkan membaca dzikir sebagaimana pada rakaat pertama.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat pendek, disunnahkan membaca surat Al-Ghasyiyah.
- Melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
- Membaca tasyahud akhir.
- Mengucapkan salam.
Setelah sholat berakhir, imam atau khatib akan menyampaikan khutbah Idul Adha. Jamaah disunnahkan demi mendengarkan khutbah hingga berakhir sebagai untukan dari rangkaian ibadah Hari Raya.
Hukum Sholat Idul Adha
Hukum sholat Idul Adha merupakan sunnah muakkadah, yakni ibadah sunnah yang amat dianjurkan demi dikerjakan. Anjuran ini berlaku untuk pria maupun wanita, termasuk umat Islam yang sedang bepergian.
Meski tidak wajib, sholat Idul Adha memiliki keutamaan besar lantaran menjadi salah satu syiar Islam yang dilakukan secara berjamaah. Karena itu, umat Islam dianjurkan demi menghadirinya selama tidak memiliki uzur syar’i.
Pelaksanaan sholat Idul Adha juga menjadi momentum mempererat ukhuwah antarsesama Muslim. Selain beribadah, umat Islam dapat saling bersilaturahmi dan beruntuk kebahagiaan di Hari Raya Kurban.
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha dilaksanakan mengawali setelah matahari terbit setinggi tombak atau sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit. Waktu pelaksanaannya berakhir semasih belum masuk waktu Dzuhur.
Berbeda bersama sholat Idul Fitri yang biasanya dilakukan sedikit makin siang, sholat Idul Adha disunnahkan demi dilaksanakan makin awal. Hal ini bertujuan agar umat Islam memiliki waktu makin panjang demi melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah sholat berakhir.
Semasih belum berangkat menuju lokasi sholat, umat Islam juga dianjurkan mandi sunnah, memakai pakaian terbaik, serta mempersejumlah takbir. Amalan tersebut menjadi untukan dari sunnah Hari Raya yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Dengan memahami niat, tata cara, serta hukum sholat Idul Adha, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah bersama makin khusyuk dan sesuai tuntunan. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sholat Idul Adha juga menjadi momen demi memperkuat kebersamaan dan rasa syukur di Hari Raya Kurban.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

