Tanpa Amerika, Iran dan Oman Finalisasi Rute Pelayaran Selat Hormuz Agar Tidak Bersengketa

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Iran dan Oman mematangkan rancangan kesepakatan rute pelayaran baru demi memulihkan navigasi kapal di Selat Hormuz. Langkah diplomatik ini menjadi terobosan penting di tengah ketegangan militer yang sempat melumpuhkan jalur perdagangan menyak dunia tersebut.

Kedua negara tetangga ini telah menyelesaikan pemetaan batas teknis agar lalu lintas laut dapat kembali melintas bersama aman. Juru bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa pihak pemerintahnya sedang merampungkan pernyataan bersama bersama Oman.

Kesepakatan bilateral ini menawarkan ketentuan titik koordinat navigasi yang semasih belumnya memicu ketidaktentuan untuk armada kapal dagang internasional. Langkah strategis tersebut diambil setelah Teheran berakhir mengevaluasi seluruh aspek teknis dan keamanan di wilayah perairan vital itu.

“Kedua pihak telah mencapai kesepahaman mengenai koordinat geografis rute tersebut,” kata Baghaei dikutip dari NHK, Kamis (6/8/2026).

Namun, ia menegaskan syarat utama kesuksesannya bergantung pada sikap pihak luar, “asalkan pihak ketiga tertentu tidak menghalangi proses tersebut.”

Pihak Teheran menilai krisis penutupan jalur laut ini murni dipicu oleh tindakan militer pihak asing di kawasan tersebut. Baghaei menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas penutupan selat, bersama menegaskan hal itu merupakan konsekuensi dari agresi militer mereka.

Jaminan keamanan penuh di perairan strategis tersebut diakui masih belum sepenuhnya tercipta meski kesepakatan bilateral telah dicapai. Baghaei menekankan bahwa kesepahaman antara Iran dan Oman saja tidak menjamin pelayaran yang aman di selat itu lantaran AS masih menimbulkan ancaman keamanan.

Di sisi lain, pihak pemerintah Amerika Serikat mengklaim adanya perkembangan positif yang signifikan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran dunia tersebut. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada para wartawan pada hari Selasa bahwa jalur perairan tersebut dapat dibuka pada hari Rabu atau Kamis.

Trump optimistis pemulihan akses laut dapat terwujud dalam waktu dekat seiring pesatnya perkembangan di lapangan. Ia menegaskan bahwa sejumlah kemajuan telah dicapai dalam proses perundingan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan teramat krusial untuk distribusi minyak global yang menghubungkan produsen Timur Tengah bersama pasar dunia. Ketegangan militer masih belum lama ini sempat menghentikan arus kapal tanker dan memicu kekhawatiran krisis energi global.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *