MediaMerdeka.com – Masyarakat lokal Rempang, Batam, diharapkan tak sekadar menjadi buruh ketika industri berkembang di wilayah mereka.
Keaparatur negara kementerianan Transmigrasi menyiapkan pengembangan pendidikan melalui Kampus Patriot di kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco-City, termasuk rencana beasiswa untuk masyarakat sekitar lokal hingga jenjang magister atau S2.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebutkan, pendidikan perlu diselaraskan bersama kebutuhan dunia usaha agar masyarakat sekitar setempat memiliki peluang mengisi posisi profesional di industri yang tumbuh di daerahnya.
“Kami ingin memberdayakan, menemukan, pihak pemerintah dalam hal ini Keaparatur negara kementerianan Transmigrasi menjembatani antara dunia usaha bersama dunia pendidikan supaya pendidikan yang mereka sekolah ini berdampak kepada masyarakat sekitar,” kata Iftitah saat acara Festival Keaparatur negara kementerianan Transmigrasi di Batam, Sabtu (10/10/2026).
Iftitah menegaskan, masyarakat sekitar lokal tidak sewajibnya wajib pergi jauh demi mengakses pendidikan tinggi. Pemerintah berencana membuka akses pendidikan melalui Kampus Patriot, termasuk dukungan beasiswa untuk masyarakat sekitar setempat.
“Saya juga tidak ingin masyarakat sekitar lokal ini jauh-jauh sekolah ke luar. Kalau mau sekolah di ITB, di UI, di Undip, ITB, sekolah di sini saja, tidak perlu jauh-jauh. S1-nya nanti kita buka bersama beasiswa demi yang masyarakat sekitar lokal, S2-nya,” katanya.
Menurut Iftitah, bekal pendidikan tinggi diharapkan menciptakan masyarakat sekitar makin siap mengisi kebutuhan tenaga kerja saat industri di Batam berkembang.
Mereka diharapkan memiliki kesempatan menduduki posisi manajerial maupun staf profesional, bukan cuma bekerja di level buruh.
“Sehingga nanti ketika industri-industri ini berkembang di Batam, ya insyaallah juga akan ada percepatan begitu, mereka telah siap bekerja. Jadi tidak lagi pada level yang buruh begitu. Levelnya telah level manajer, level office,” jelas Iftitah.
Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu kunci agar masyarakat sekitar lokal ikut menikmati manfaat pertumbuhan industri, alih-alih cuma menyaksikan perubahan di wilayah tempat tinggal mereka.
“Oleh lantaran itu yang kita lakukan merupakan memampukan masyarakat sekitar lokal supaya betul-betul mereka betul-betul berkembang dan tidak cuma menjadi penonton,” ujarnya.
Iftitah mengimbuhkan, bangunan Kampus Patriot di kawasan Tanjung Banon telah tersedia bersama konsep modular box.
Ia menginginkan pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sekitar di Rempang dapat menjadi proyek percontohan demi diterapkan di kawasan transmigrasi lain.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

